Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G

Thursday, September 22, 2011

Membuat bunga kertas dengan puncher (tutorial)

Bunga kertas yang saya maksud adalah bunga kertas untuk menghias kartu atau scrapbooking seperti  yang saya pakai untuk menghias kartu-kartu saya.
Mungkin akan timbul pertanyaan mana mungkin bisa dipraktekkan, dimana beli punchernya? Setelah saya lihat perkembangan kerajinan di Indonesia, saya jadi optimis memajang tutorial ini. Saya perhatikan sudah banyak alat-alat scrapbooking beredar di Indonesia, bahkan yang terbaru sekalipun. Beberapa produk bahkan berharga sama dengan harga di US.
Ada 3 macam bunga yang bisa kita buat dengan puncher-puncher ini.
1. Bunga dengan puncher bentuk bunga dari marvi uchida


Puncher dari marvy Uchida ( ada 3 ukuran)

Selembar cardsctock

Hasil potongan

Dengan menggunakan lem, potongan carstock bentuk bunga disusun dan tempel mulai dari ukuran yang terbesar dulu. Bagian teratas diberi hiasan dari manik.

Seperti ini hasilnya

2. Bunga dengan puncher bentuk scallop dari stampin'up

Puncher bentuk scallop dari stampin'up

Hasil potongan

Susun dan tempel

Dengan tambahan bunga imitasi yang bisa 
dibeli di toko bahan kerajinan/jahit


3. Bunga gabungan hasil potongan kedua puncher diatas

Hasil potongan puncher bentuk scallop dilubangi 
dengan puncher ukuran terkecil

Variasi bunga dengan gabungan pitingan 
puncher 1 dan 2 + bunga imitasi

Hasilnya

***

Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Tuesday, September 20, 2011

Pottery

Kira-kira dua tahun yang lalu guru seni di sekolah tempat saya bekerja mengadakan kelas pottery. Bersama beberapa teman sekerja, saya ikut kelas tersebut. 
Diawal pertemuan, guru kami menerangkan sekilas tentang pottery dan bahan yang digunakan yaitu lempung (clay). Menurut beliau ada 3 macam clay yang umum digunakan para artis clay yaitu : low fired clay, high fired clay and satu lagi yang saya lupa namanya. Untuk kelas ini saya pilih yang low fired clay karena warna lempungnya putih sehingga saya bisa bereksperimen dengan pewarnanya. Kebetulan bu guru tahu saya suka sekali kerajinan dan beliau berbaik hati memilih warna-warna yang beliau pikir pasti akan saya pilih. Tebakan beliau benar sekali, saya suka dengan pilihan warnanya. 
Satu hal yang saya temukan dengan pottery ini, ternyata lempung clay yang sebenarnya ini tidak se-flexible polymerclay terutama untuk membuat lekukan-lekukan pada anggur atau stroberi (vines). Dan pengalaman saya bekerja dengan polymerclay sebelumnya sangat membantu membuat  karya-karya dengan clay (lempung).


Jadi proses berkarya dengan lempung ini adalah dengan membuat kreasi sesuai dengan imjinasi kita. Enaknya karena bahannya banyak, kita bikin membuat barang-barangnya yang ukurannya besar seperti mangkuk misalnya. Tapi karena saya sudah terbiasa membuat sesuatu yang mini, otomatis yang saya buat selalu berukuran kecil. 
Setelah selesai, kita biarkan semalam sampai lempungnya kering. Setelah kering baru kita warna. Warna ini bisa mengelabui kita, karena hasilnya tidak nampak kecuali sudah dibakar. Jadi sulit bagi kita yang pemula untuk tahu hasil pewarnaan kita.
Keesokan harinya, baru bu guru membakar karya kami semua di tunggu pembakaran khusus yang suhunya mencapay ribuan fahrenheit (ukuran yng dipakai di US) biasanya disebut KILN.


Ini hasil karya saya dengan low fired clay.









Ada beberapa karya saya lainnya dari kelas pottery tahun berikutnya, tapi belum sempat saya foto dan sebagian sudah masuk gudang :). 

Kelas pottery ini biasanya diadakan pada musim semi, tapi kemarin bu guru kami tidak lagi mengadakan kelas lagi, mungkin beliau masih berduka setelah suaminya meninggal :(

***

Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern

***

Thursday, September 8, 2011

Kartu -kartu (buatan saya)

Kartu - kartu kreasi saya untuk berbagai macam kesempatan. Bunga adalah saya satu kesukaan saya, itulah sebabnya hiasan bunga paling sering muncul dalam karya saya. Satu lagi ciri saya yang mudah dikenali, kesan minimalis. I like everything simple, termasuk dalam kehidupan sehari-hari saya. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman. 
Terima kasih

***

Percobaan menggunakan stempel baru 
dan pemakaian spidol untuk mewarnai

 Bunga kertas buatan sendiri dengan menggunakan puncher.
Sebagai variasi, saya pakai manik-manik untuk hiasan tengah bunga.

 
Kartu ulang tahun untuk seorang teman penyuka warna 
merah.Bunga dari kancing dengan warna senada.

 Stempel bunga dan saya biarkan tanpa warna

Pemberian motif pada kertas dasar dengan stempel.
Bunga dari kertas koran bekas dikombinasi dengan
kertas karton merah pada lapisan kedua. Hiasan kepik,
pakai gambar tempel yang bisa dibeli di toko. 

Bunga semotif dengan kartu kedua, hanya ukurannya
lebih besar dan pakai kertas karton putih polos.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting
Hany Von Gillern

***

Wednesday, August 31, 2011

The Gallery

Bulan Juli lalu, saya berkunjung ke beberapa kota di pulau Jawa, salah satunya Cirebon. Tujuan utama saya ke sana adalah mengunjungi teman saya, crafter handal yang spesialisasinya adalah paper crafts. Profilenya sudah pernah saya muat di sini di segmen orang-orang kreatif. Dialah yang pertama saya tampilkan. Namanya : Dwita Siregar.
Ketika Dwita secara official mengumumkan tentang gallery craftsnya, saya sudah bertekad untuk datang dan melihatnya secara langsung, selain tentu saja untuk mengenal Dwita in person. Tapi niat saya terhenti setelah ternyata saya sakit selama acara mudik saya sebelumnya. 
Hari kedua kami di Cirebon, setelah acara jalan-jalan sepanjang hari, akhirnya sampai juga kami ke acara yang saya tunggu-tunggu, berkunjung ke The Gallery
The gallery adalah paviliun rumah keluarga Dwita yang terletak dibagian sebelah kiri rumah induk. Studio yang terdiri dari 2 ruangan ini lumayan luas dengan langit-langit tinggi, cocok untuk iklim di kota Cirebon yang panas. Ruangan terbesar adalah ruang pamer utama dengan segala pernak pernik kerajinan koleksi sang crafter, di lengkapi dengan meja kursi di bagian tengah ruangan berfungsi ganda sebagai tempat duduk untuk pengunjung/konsumen dan tempat belajar bagi siswa-siswa kerajinan Dwita.


Apa yang terpajang dan tersedia di gallery
Segalam macam perlengkapan kerajinan terutama kerajinan kertas, termasuk didalamnya buku-buku kerajinan baik lokal maupun luar negri, kertas-kertas karton (cardstock), pemotong kertas bermotif (puncher), kits untuk membuat paper tole, hasil kreasi Dwita dan juga karya-karya teman-teman crafters lainnya. Di gallery ini juga tersedia die cuts kertas untuk membuat embellishments pada handmade cards. Dwita punya tidak hanya 1 die cut dan embossing machine, tapi 2 dan satu  lagi yang sedang di pesan saat itu (sekarang pasti sudah ada) dengan banyak sekali ragam motifnya. Untuk pemula, Dwita juga menyediakan handmade card kits untuk yang tertarik belajar membuat kartu sendiri. Kits ini sangat membantu untuk pemula dan juga bermanfaat untuk yang sudah berpengalaman jika punya alat yang terbatas.





















Di ruang kedua yang merupakan ruang kerja Dwita, saya diperlihatkan koleksi kertas yang tertata rapi dan juga stempel. Sekedar informasi saja, ketika saya ungkapkan tentang merek wood blocks yang sekarang merupakan barang langka dan mahal sekali hargnanya, yaitu PSX collections, diluar dugaan Dwita juga punya. Bagi saya ini luar biasa. Ini yang saya sebut pencinta kerajinan sejati :) Bukan jumlah koleksinya, tapi niat, waktu dan usaha yang dicurahkan untuk terus menambah wawasan dan ilmu dengan cara mengikuti terus perkembangan bidangnya termasuk didalamnya meng- update alat-alat yang dibutuhkan. It is not just a hobby, it's a passion!!!
Satu lagi yang menurut saya makin mengukuhkan keberadaannya sebagai salah satu crafter handal Indonesia, dia adalah nara sumber penerbit Erlangga. Dengan posisinya ini dia sudah berkeliling Indonesia mengajarkan kerajinan pada para guru. 
Sebagai seorang pribadi Dwita adalah seorang yang sangat menyenangkan, pekerja keras dan baik hati. Saya nggak ngecap karena saya termasuk salah satu yang pelit ngasih pujian. Salah satunya, sejak dulu dia memberi kesempatan pada crafters lain untuk bergabung dengannya di Inacraft (ternyata mahal ya harga mejanya), juga saya lihat banyak barang titipan teman-teman di gallerynya, juga tidak pelit berbagi ilmu dan informasi seputar duani kerajinan.


Catatan terakhir saya tentang kunjungan tersebut dan yang tak kalah mengesankan, kami sempat diundang untuk siaran program belajar bahasa inggris di sebuah radio FM di Cirebon dimana Dwita adalah pengajar tetapnya. Hebat ya crafter satu ini ....

Bagi yang berdomisili di Cirebon dan sekitarnya dan tertarik untuk tahu lebih banyak tentang  Gallery, alamatnya adalah :
Jl. Saleh Gg. Mulia III/97 D
Cirebon 45121
atau bisa menghubungi Dwita di facebook :

http://www.facebook.com/craftycrafts

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Hany Von Gillern

***


Friday, July 1, 2011

Rumah Merah ( A felt placemat)

Rumah merah cantik dan unik adalah sebuah alas makan (placemat) terbuat dari felt dan kain dan renda untuk korden jendela. Karya ini di buat oleh Hesty Soewito yang profilnya pernah saya tulis di blog ini (Irma Hesty Widyastini). Untuk melihat tutorial cara membuatnya silahkan klik disini




**************************

be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Thursday, June 30, 2011

Tanggal 18 dan 20 Juni dan menang di acara bu Dey

Ini dari acara swap bahan/material quilting di halaman toko quilting Four Pines. Sebuah toko yang diorganisir oleh quilting guild untuk menampung dan mewadahi kegiatan quilting di Claremont. Acara ini diadakan pada tanggal 18 Juni kemarin.



Tidak jauh berbeda dengan acara pameran kerajinan umumnya, peserta juga menjual sesuatu. Bedanya yang dijual adalah bahan atau sisa bahan yang umumnya berupa kain yang sudah tidak mereka butuhkan lagi dengan harga sangat murah. Saya pikir akan banyak pesertanya, tapi ternyata hanya ada satu tenda besar dengan lima meja pajangan. 




Satu diantara lima penjual disana dari quilting guild. Beruntung sekali saya bertemu dengan salah satu pengurus yang dulu murid trumpet suami saya yang kebetulan juga mengajar quilting disana, jadi sekalian saya mendaftar. Kebetulan kedua jadwalnya yang baru di mulai September karena beliau mau liburan, pas dengan jadwal saya. 
Meja si ibu yang bernama Brenda dan teman-temannya ini memang benar-benar untuk mencari dana. Jadi para anggota guild  menyumbangkan kain atau bahan quilting lainnya dan hasil penjualannya disumbangkan pada quilting guild. Saya tertarik dengan kain panel yang di jajakan, juga beberapa potong kain yang umumnya masih ukuran besar, rata-rata 2 yards. Kaget sekali saat saya harus membayar karena untuk kain-kain itu saya hanya membayar $ 3 saja. Ini salah satu kain panel yang saya beli seharga $ 1.50.

 

Selain bahan dan sisa bahan, ada seorang quilter yang juga menjual hasil kreasinya berupa selimut tanpa jahit seperti yang tutorial yang saya buat, juga bantal-bantal.



Hari senin tanggal 20 Juni, saya dan suami harus ke sebuah kantor yang berada di sebuah gedung bernama Copley di kota Boston. Selesai keperluan di kantor tersebut, kami jalan-jalan sebentar di mall di dalam gedung tersebut yang terletak di lantai 2 dan 3. Iseng-iseng kami masuk ke toko Niemen Marcus, saya lihat ada tulisan obral ... hm...penasaran sekali saya pengen tahu harga obralan di Niemen Marcus ...masyaAllah ... $ 300 !!! Aduh ... apa bener itu obralan ya????  Sambil cengar-cengir saya dan suami berlalu tanpa berusaha untuk cari tahu tentang obralan itu lebih lanjut. Di salah salah satu sisi toko tersebut saya lihat pajangan ini, tidak perlu penasaran ngintip harganya, siapa saja tahu kisaran harga toko Niemen Marcus ini. 


Keluar dari Niemen Marcus, keluar masuk Michael Korrs dan LV, sekedar lihat saja, entar beli di TJ Max saja kalau mereka sudah bosan majang disana :) Tapi ada satu booth di koridor mall itu yang sangat menarik perhatian saya. Di booth ini dijual segala macam bentuk boneka Rusia Matryoska yang terkenal itu. Macam-macam bentuknya mulai magnet, bros, gantungan kunci dan lain-lain.


Saya mulai lapar mata secara harganya juga terjangkau oleh kantong saya yang tipis. Harga yang tertera di setiap item membuat saya bernafas lega dan  memberi saya ruang gerak yang lebih luas untuk memilih. Akhirnya saya beli :

 Magnet bentuk boneka Matryoska

 Magnet berbentuk poci yang biasa dipakai para ibu di Rusia 
untuk merebus air untuk membuat teh.


 Bros dengan hiasan boneka Matryoska aneka ukuran. Juga sebuah 
gantungan kuci dengan bentuk yang sama. Besok pagi saya harus 
kembali ke kantor itu, artinya saya akan lewat booth ini lagi :)

Dan ini saya lihat di etalase toko khusus baju dan keperluan bayi dan anak-anak. Pohon apel kain ini sangat menarik sekali.


Satu lagi yang bikin saya sangat girang .... saya dinyatakan menang di acara bagi-bagi hadiah bu Dey ...Alhamdulillah, duh senangnya!!! Selama ini saya selalu berpikir gak akan pernah menang acara bagi-bagi hadiah seperti ini dimanapun di blog teman-teman dari Indonesia karena tempat tinggal saya jauh ( tapi saya senang saja berpartisipasi di acara siapa saja jika kebetulan tahu dan sempat supaya rame). Senangnya lagi kemenangan ini tidak dari hasil undian tapi berdasarkan tulisan saya.
Terima kasih kepada almarhum bapak mertua saya yang sudah memberi inspirasi untuk menulis karangan tersebut, kepada suami saya yang sudah berbagi nasehat tersebut dan tentu saja kepada ibu Dey yang sudah memberi kesempatan pada saya untuk ikut acara bagi-bagi hadiah.

*******************************

be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Thursday, June 16, 2011

Give away angka 100 di blog ibu Dey

Menurut saya tema acara ini sangat menarik dan berbeda. Ini  entry saya untu acara bagi-bagi hadiah di blog ibu Dey  :


If you don't have nice word to say, don't say it

Kalimat itu sebagai nasehat bapak mertua saya kepada suami saya. Suami membaginya pada saya dan sekarang saya ingin berbagi dengan teman-teman semua. Sampai sekarang kami tetap menggunakannya untuk saling mengingatkan jika salah satu dari kami sedikit keluar dari "jalur".

Ijinkan juga saya berbagi satu kisah tentang nasehat seorang bapak bijaksana terhadap anaknya yang pemarah yang saya baca dari salah satu buku dari seri buku chicken soup for the soul.

Suatu hari seorang bapak meminta pada anaknya yang pemarah untuk memaku pagar kayu setiap kali dia marah dan mengeluarkan kata-kata kasar. Sampai akhirnya si anak tidak lagi memaku pagar itu. 
Si anak mendatangi sang ayah untuk mengabarkan perkembangan hebat itu. Si ayah tentu saja senang, kemudian beliau meminta si anak untuk mencabut paku yang tertancap pada pagar kayu tersebut setiap kali si anak bisa menahan amarahnya. 
Suatu hari si anak kembali lagi pada ayahnya untuk mengabarkan bahwa semua paku sudah tercabut, artinya selama itu dia sudah benar-benar bisa mengontrol amarahnya. 
Sambil tersenyum si ayah menuntun anak tersebut kembali ke pagar kayu, sambil di peluknya si anak, sang ayah berkata," Selamat anakku, kau sudah mampu mengontrol amarahmu. Tapi lihatkan lubang-lubang bekas paku ini, mereka akan tetap ada disana dan menjadi tanda pada kayu ini. Jadi setiap kali engkau melontarkan kata-kata kasar pada seseorang ketika kau marah,  bekas luka yang kau toreh dihatinya akan tetap ada disana." 

Suatu nasehat yang sangat bijaksana, jadi jika tidak ada kata baik yang bisa diucapkan, jangan katakan agar kita tidak menoreh luka dihati seseorang :)

Silahkan klik ibu Dey untuk mengetahui aturan mainnya.

Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***