Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G
Showing posts with label Alat dan bahan. Show all posts
Showing posts with label Alat dan bahan. Show all posts

Sunday, November 17, 2013

Punch Needle



Ketika jalan-jalan dan menikmati kreasi-kreasi cantik dari para pencinta kerajinan dari blog ke blog, perhatian saya terhenti pada salah satunya, saya pikir menarik sekali dan imut. Tiba-tiba saya tertarik untuk mencobanya juga, tapi saya lupa nama jenis kerajinan dan alatnya. Sayangnya juga si penulis blog tidak menjelaskan jenis kerajinannya dan alatnya. Saya ingat jaman dulu ketika saya masih di sekolah dasar, almarhum bapak saya tercinta pernah punya alat tersebut dan mencoba menggunakannya kembali, tapi saya lupa menanyakan pada beliau. Setelah tanya pada beberapa teman ngobrol soal kerajinan, Elvira Threeyama dan Agnes Wijayanti di India, terjawablah pertanyaan saya. Langsung saya google dan minta tolong pada sopir pribadi saya a.k.a suami untuk menelepon toko kerajinan langganan saya untuk menanyakan ketersediaan alat tersebut sehingga kami bisa langsung berangkat ke toko sepulang saya bekerja untuk membeli alatnya. Awalnya pegawai toko bilang mereka tidak punya dan dia tidak tahu tentang alat tersebut. Suami saya langsung telpon customer service pusat, mereka mengeceknya di stock ... Alhamdulillah ternyata ada 3 di stock ... wuih ... bernafas lega! Sore harinya langsung saya coba, saya benar-benar gak sabar :)

Seperti ini alatnya, 1 set terdiri dari badan, jarum dan penutupnya serta alat untuk memasukkan jarum (threader).

 
 
Pada kemasan dijelaskan cara menggunakannya. Dibutuhkan sebuah pemidangan dalam penggunaannya untuk mempermudah.
 
Langkah-langkahnya :
Siapkan kain, gambar motif yang akan kita sulam (tersedia juga motif-motif yang bisa kita beli. Saya lebih suka membuat sendiri sesuai dengan keinginan saya).
Pasang pemidangan.
Kemudian benang dimasukkan dengan menggunakan alat bantu (threader).
Mulai menyulam pada motif yang telah kita gambar sebelumnya. Tempat dimana kita menyulam akan menjadi bagian belakang dari hasil sulaman.
 
 


 
Mudah dan menarik kan ????
 
****
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***



Tuesday, April 30, 2013

Pemotong kertas bermotif (punchers)

Saya beberapa email menanyakan pemotong kertas bermotif (punchers)yang saya pake pada beberapa hasil karya yang saya pajang di blog ini. Untuk lebih jelasnya, saya tulis disini saja sehingga teman-teman lain yang juga penasaran tapi belum sempat bertanya juga bisa menyimak.

Pertanyaan yang masuk umumnya menyanyakan dimana membeli puncher tersebut. Seperti jawaban saya pada para penanya, punchers ini produksi Stampin'Up. Setahu saya produk ini belum masuk Indonesia, bahkan di US sendiri, produk ini tidak dijual bebas di toko-toko bahan dan alat-alat kerajinan, yang terkenal sekalipun. Produsen merek ini menjual produknya melalui cara yang disini biasa disebut home party. Mereka memberi kesempatan pada semua yang berminat untuk menjadi demonstrator Stampin'Up. Para demonstrator ini yang kemudian mengkoordinir para penggemar kerajinan kertas untuk berkumpul tiap bulan untuk membuat hasil karya kerajinan kertas. Kemudian diakhir pertemuan semua anggota harus membeli produk Stampin'Up ini. Pertemuan ini diadakan setiap bulan sekali.
Apakah bisa membeli langsung ke produsen? Bisa! tapi mereka mempunyai jumlah minimal yang harus dibeli oleh calon pembeli. Saya kurang tahu berapa, mungkin diatas $ 200.
Karena itulah acara kumpul-kumpul, bikin kerajinan dan belanja itu cara yang lebih murah.
Atau bisa menghubungi salah satu demonstrators untuk pesan produk yang dinginkan. Teman-teman bisa mengirim email pada demonstrator itu untuk bertanya jika mungkin untuk membeli produk Stampin'Up melalui mereka dan mengirimkannya ke Indonesia.  Biasanya mereka melakukan transaksi dengan paypal.  Perlu diketahui bahwa punchers ini agak berat, jadi mungkin agak mahal biaya kirimnya. Biaya kirim international dari USA sudah naik sejak sekitar 2 bulan lalu. Untuk biaya pengiriman termurah $ 6.55, tapi untuk punchers ini mungkin jauh lebih mahal, karena mungkin mereka akan mengirimnya dengan karton. Dan jika berat melebihi 4 pounds, maka pengiriman harus dengan priority mail yang lebih mahal.


Punchers ini juga sempat ditanyakan. Yang ini merek Fiskars. Saya pikir ini lebih mudah menemukannya di Indonesia. Dimana? Saya menyarankan mencarinya melalui online shops di facebook. Saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu karena saya sendiri juga kurang tahu pasti siapa saja yang menjualnya. Juga merek-merek lainnya. Sudah banyak sekali yang berjualan alat-alat dan bahan kerajinan kertas ini di Indonesia terutama online shops.


***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Tuesday, June 12, 2012

Portable studio

Di omong-omong saya dengan mbak Dini dari capung mungil camp, saya ditanya apakah saya memang benar-benar suka utak-atik. Di jawaban saya yang panjang, saya ceritakan bahwa kemana-mana saya selalu membawa kotak kecil dari seng yang disini  biasa dijadikan tempat kue untuk hadiah pada hari natal . Saya memanfaatkan kembali kotak tersebut daripada saya buang begitu saja. Sayang, karena bagus gambarnya. 
Saya lakukan itu untuk mengusir waktu jika harus menunggu seperti misalnya mengantar suami ke bengkel mobil atau tempat-tempat lainnya. Tidak banyak yang saya bawa, bisanya jarum jahit/sulam, jarum pentul, bantalan jarum, benang sulam, gunting. Jadi kalau orang lain biasanya membaca untuk mengusir jenuh kala menuggu sesuatu, saya gunakan waktu tersebut untuk menyulam atau menjahit (tangan). 




Ada satu sulaman yang sengaja tidak saya selesaikan karena biasanya saya bawa dan kerjakan pada saat seperti yang saya ceritakan diatas.




Kegiatan ini juga saya lakukan jika saya harus menyelesaikan tanggungan saya pada orang. Selain peralatan yang saya sebut tadi, saya juga membawa pola dan kainnya. Jadi saya tetap bisa meluangkan waktu bersama suami dan bekerja pada saat bersamaan. Itulah kelebihan pekerjaan saya.


Dirumah, meskipun ada tempat khusus bagi saya untuk menyimpan bahan-bahan dan alat-alat kerajinan saya, tapi saya suka berpindah tempat terutama pada malam hari saat saya dan suami bisa nonton tv bersama. Untuk itu saya bisanya menggunakan keranjang kecil untuk membawa alat-alat yang saya perlukan saat itu. 




Menurut sebuah artikel di majalah Sommerset  dalam edisi khususnya "Studio" kita bisa sebut keranjang dan kotak alat tersebut sebagai studio, tepatnya portable studio. 


Bagi teman-teman yang belum punya tempat khusus atau ruang kerja khusus untuk berkerajinan, jangan berkecil hati. Memang akan sangat menyenangkan jika kita punya workshop khusus, tapi wadah-wadah kecil disekitar kitapun bisa menjadi studio kita. Dan itu tidak akan pernah mengurangi kualitas pekerjaan kita. 


***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern

***

Monday, April 2, 2012

Hoofing foot untuk Free motion quilting

Bulan lalu saat ikut suatu kegiatan di toko quilting tenmpat saya belajar quilting, sekalian saya brtanya pada bu guru apakah beliau mau mengajar free motion quilting. Sebenarnya ini merupakan bagian dari pelajaran terakhir saya, tapi karena saya memutuskan untuk ikut kegiatan lain dan tidak mengerjakan project baru, bu guru mengajarkannya hari suatu hari Sabtu bulan lalu. teman-teman peserta lainnya juga baik sekali, mereka dengan senang hati membantu saya bagaimana melakukannya, termasuk memasng sepatu khusus ini pada mesin jahit saya. Saya juga memutuskan membeli 1 set sepatu khusus ini. Mereka mempunayi 2 macam sepatu untuk jenis ini, yang satu bermerek brother dan untuk harga yang tidak jauh beda ada lagi utility feet set dan ini yang akhirnya saya beli. Paket sepatu ini terdiri dari : walking foot, quilting quide (ada 2 macam), 1/4" seam allowance foot (2 ada macam) dan large quilting foot. saya sudah coba gunakan quilting footnya (hoofing foot) seperti gambar paling bawah. Ternyata memang mengasyikkan mengerjakannya. Saya sendiri tidak habis pikir, teman-teman saya di tempat quilting bersama lebih suka membayar untuk pengerjaan quilting ini yang dikerjakan dengan sebuah mesin quilting pro. Masih ada satu wall hanging yang belum saya quilt, tinggal menyediakan waktu untuk mengerjakan quiltingnya sendiri. 





 ***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Sunday, March 25, 2012

Pembersih stempel

Dua benda pada gambar pertama ini alat yang sangat membantu untuk membersihkan stempel yang baru kita gunakan sehingga bisa gunakan kembali untuk warna yang berbeda tanpa harus tercampur. Keduanya produksi stanmpin'up www.stampin'up.com yang saya belum tahu apakah sudah masuk di Indonesia. Benda berbentuk persegi panjang datar berwarna hitam itu adalah scrub (penggosok) berupa kotak datar tipis dengan dua sisi yang masing-masing sisi dilapis bahan bertekstur kasar yang fungsinya adalah untuk tempat mengelap stempel kita. Botol disebelahnya adalah cairan pembersihnya (mist stamp cleaner).
Jadi cara pakainya adalah kita semprotkan cairan pada satu sisi pad (sebaiknya tidak berpindah-pindah), kemudian stempel yang sudah kita gunakan kita gosok sebentar pada pad yang telah kita semprot tadi. Selanjutnya bensihkan sisa cairan pada sisi lain dari pad tersebut. Stempel kita jadi bersih kembali dan siap dipakai untuk warna berbeda.


scrub dan cleaner

bagian dalam scrub 


stempel-stempel sehabis digunakan

stelah dibersihkan

***
Be creative. be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Wednesday, February 15, 2012

Alat-alat dasar untuk memulai qulting

Bagi yang tertarik belajar quilting, mungkin ini bisa membantu. Menurut buku pelajaran qulting yang saya punya, ini alat-alat dasar yang dibutuhkan untuk memulai quilting projects kita.

Alat potong
Rotary cutter. Di foto cutter yang putih ukuran 60mm, yang hijau 45mm. Menurut keterangan di kemasan salah satu cutter, ukuran 45mm adalah ukuran yang paling disukai quilters.
Gunting juga diperlukan, tapi saya lupa moto gunting saya.



Alas potong
Self healing rotary cutting mat. Biasanya ada bermacam-macam ukuran, di foto ini ukuran 36 x 24" , yang lebih kecil 12 x 24"




Penggaris
Penggaris dengan grid dibagian bawahnyamenurut bu guru saya lebih baik karena tidak mudah bergeser ketika digunakan pada pemotongan kain. Penggaris bentuk bujur sangkar (square makers) memudahkan saat memotong kain berbentuk bujur sangkar.
Ukuran yang umum/sering dipakai adalah 6 x 24". Di foto ini penggaris yang besar ukuran 8 x 24", 6 x 12" dan bujur sangkar 4.5 x 4.5". Sebenarnya ada beberapa macam penggaris lagi seperti setengah lingkaran, segitiga dan lain-lain bentuk. Biasanya penggaris-penggaris terdiri dari beberapa ukuran yang berbeda.




Untuk menyatukan
Mesin jahit
Bisa dipakai mesin jahit apa saja, asal bisa dipakai untuk menjahit lurus, bahkan mesin jahit singer yang kuno seperti mesin ibu saya. Mesin sayapun sangat standard, hanya dengan 18 jenis tusuk yang berbeda dan tidak pakai komputer.





Benang jahit
Pilih benang dengan berat 50 - 60, 100% katun



Jarum mesin jahit, pembuka jahitan dan sepatu mesin jahit
Untuk menyatukan potongan kain kita, gunakan jarum mesin ukuran 70/10 atau 80/12. Ukuran tersebut yang biasa dipakai di eropa dan Amerika. Angka besar adalah ukuran yang dipakai di eropa, angka yang kecil ukuran di US.
Untuk sepatu mesin jahit, gunakan 1/4" foot karena biasanya ukuran sambungan adalah 1/4" sehingga ukuran sambungan jahitan kita sama besarnya.





Jarum pentul
jarum pentuk dengan ukuran lebih kecil (silk pins) seperti flower pins di wadah sebelah kanan lebih bagus dibandingkan yang ukurannya besar.



Setrika
untuk menekan/menindas hasil jahitan kita. Dilakukan setiap kali kita selesai menjahit/menyambung.







***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***