Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G
Showing posts with label papercrafts. Show all posts
Showing posts with label papercrafts. Show all posts

Saturday, March 25, 2017

DIY Felt Postcards


Bahan dan alat yang di butuhkan :

Felt aneka warna sesuai dengan kreasi yang akan kita buat
Benang sulam 
Benamg jahit
Kertas karton, pakai yang agak tebal supaya tidak mudah melengkung. Bisa memakai kardus kemasan makanan, misalnya susu bubuk.
Lem untuk melekatkan felt pada kertas
Kertas tulis sebagai pelapis karton
Gunting
Jarum sulam
Mesin jahit

Cara membuat :

1. Potong kain felt sesuai ukuran kartupos yang kita inginkan. Untuk selanjutnya kita sebut ini kain felt dasar. 
Buat hiasan  sesuai dengan keinginan kita. Tempel/sulam hiasan tersebut pada kain felt dasar dengan teknik seperti membuat sulam perca yaitu di sulam dengan tusuk feston setelah terlebih dahulu di lem sedikit bagian  belakangnya supaya tidak mudah bergeser. Untuk menambah hiasan, saya jahit sekeliling kain felt dengan benang benang warna kontras dengan mesin jahit beberapa kali. Hal ini juga bisa dilakukan sekaligus ketika menempel hiasan kain felt pada kertas karton.
Siapkan juga karton untuk tempat menulis pesan dan alamat pengiriman 
(foto 1).



2. Selanjutnya, tempel hiasan felt pada karton dengan menggunakan lem. Saya memakai lem seperti pada foto yaitu lem yang biasa dipakai pada prakarya kertas. Tujuan pengeleman ini adalah agar hiasan kain felt tidak mudah bergeser ketika dijahit (foto 2).


3. Jahit dengan mesin jahit. Penjahitan ini bisa dilakukan berulang kali dengan tidak beraturan untuk menambah aksen. Seperti dijelaskan diatas. penambahan aksen mesin jahit ini bisa lakukan sebelumnya.


4. Kartupos DIY kita sudah selesai dibuat dan siap dikirim. Foto menunjukkan bagian belakang dari kartupos. Saya memutuskan untuk mengirim kartupos dalam amplop dengan maksud agar lebih aman dan tidak kotor ketika di terima penerima.


5. Amplop juga bisa kita buat sendiri dari kertas kado atau majalah lama yang sudah tidak dipakai lagi.

Selamat mencoba!
Love
Hany

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone

***


Sunday, May 3, 2015

Mail art

Apa sih mailart atau mail art itu? Yang belum tahu jangan kecil hati dulu karena saya sendiri juga baru mengetahuinya. Secara kebetulan saya menemukan gambarnya di internet. Kebetulan kedua, saya akan mengirim sesuatu buat 2 orang teman. Jadi sekalian saya coba membuatnya.
Saya pamerkan saja foto-foto mailart yang saya buat ya dan silahkan didefinisikan sendiri.

&&&

Amplop-amplop surat ini saya buat dari kertas hvs bekas menulis musik suami saya yang sudah tidak terpakai lagi, kemudian saya  warnai dan hias dengan gambar tempel.



Amplop kedua ini selain di warnai dan dihias gambar tempel, saya juga tempelkan gambar yang saya gunting dari majalah tidak terpakai. Bagian atas saya biarkan kosong karena nanti akan dipasang prangko dan itu akan menjadi hiasan tambahan.


 
 
 
 
Apa isi mailart saya? Selain kartupos DIY, saya tambahkan juga beberapa barang pernik kecil yang bisa masuk di amplop tersebut. Ada 2 teh celup dengan rasa berbeda, kartupos DIY dan stempel bening. Itu saja, mudah-mudahan akan menjadi kejutan yang menyenangkan untuk penerima.
 
 
 

Dan ini adalah kartupos DIY yang saya buat lagi-lagi dari karton bekas kemasan pancakes kami. Kartu-kartu ini akan terkirim bersama mailart saya. Untuk karupos pertama saya tempelkan pula label baju ditambah gambar tempel. Yang kedua hanya saya lukis bunga saja dan daunnya saya pakai kain felt yang saya gunting berbentuk daun.


 
Gimana, tertarik mencoba juga? Percaya deh, benar-benar kegiatan akhir pekan yang menyenangkan selain menyenangkan orang lain juga, in syaa Allah.
 
***
Be creative, be yourself  and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von. G Soewito
New Hampshire, USA
***
 
 
 
 
 

Tuesday, April 7, 2015

Ayo Belajar Membuat kartupos Sendiri (tutorial)


Tidak bisa dipungkiri gambar-gambar atau foto-foto pada kartupos sangat menarik. Karena gambar-gambar itulah saya dulu tertarik untuk mengoleksinya. Ketertarikan saya pada kartupos berkembang dari sekedar mengoleksi kartu-kartu yang biasa kita beli, menjadi keinginan untuk membuatnya sendiri. Ada kepuasan tersendiri melihat kartupos-kartupos itu selesai di buat.
Saya tunjukkan salah satu cara saya membuat kartupos sendiri.

***
Saya memakai karton pembungkus kue sarapan suami dengan alas an karton pembungkus tersebut tebal dan kuat, selain juga untuk mengurangi sampah kami. Karton pembungkus itu saya potong sesuai dengan ukuran yang saya inginkan. Saya suka dengan pembungkus kue ini karena bagian dalamnya berwarna putih, jadi saya tidak perlu lagi menempel bagian dimana kita akan menulis pesan dan alamat dengan kertas polos putih lain.



Bahan utama kedua yang saya pilih untuk kartu ini adalah gambar-gambar tempel. Sebenarnya saya kurang suka mengoleksi gambar tempel, tapi ternyata sangat berguna untuk kerajinan ini. Meja saya jadi penuh dengan gambar tempel, jika saya sedang punya keinginan membuat kartu.


Dari sekian banyak gambar tempel, saya pilih yang sekiranya sesuai dengan model yang akan saya buat. Setelah proses seleksi, ini gambar-gambar tempel yang saya pikir pas dengan keinginan saya kali ini.


Saya pilih gambar tempel berbentuk bunga memanjang seperti pada foto yang biasa dipakai dalam scrapbooking untuk pinggiran. Tidak saya pakai seluruhnya, tapi hanya sebagian, sekedar untuk menutup tulisan di bagian bawah karton yang tidak saya inginkan. Sedangkan foto penggilingan adonan kue dan tulisan dibagian atas, saya biarkan saja sementara terbuka.
 


Hanya ini alat-alat yang saya pakai untuk membuat kartupos saya kali ini, gunting dan ink pad untuk memoles bagian pinggiran kartu. Sangat mudah kan.


Saya pilih lagi gambar-gambar tempel lain yang akan saya pakai untuk menutupi sebagian dari tulisan dibagian atas. Pada bagian samping, saya pilih gambar tempel persegi panjang dengan tema persahabatan dan sengaja saya sisakan sebagian tulisannya nampak. Juga gambar tempel yang saya pakai dibagian pojok kanan atas. gambar kepik dan daun hanya menutupi 2/3 dari daerah tulisan. Sementara gambar penggilingan adonan kue saya tutup sedikit dengan gmabar bunga dan kepik. Akhirnya saya tambahkan sedikit tulisan (sentiment) untuk mempermanis.
Setelah proses ini selesai, selesai juga pembuatan kartupos ini. Sangat mudah!

 
***
 
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito

Friday, December 5, 2014

Di Buang Sayang, Stempel Bonggol Sawi Putih

Beberapa tahun yang lalu saya berbagi tentang penggunaan kentang sebagai stempel. Kali ini saya ingin berbagi limbah dapaur lainnya yang juga bisa kita gunakan sebagai alat kerajinan, khususnya kerajinan kertas sebagai stempel. Limbah yang saya maksud adalah bonggol sawi putih.




Saya perhatikan, jika kita potong bagian bawah sawi putih, setelah kita pakai lapis-lapis terakhrnya, tampak bentuknya yang mirip dengan helai-helai bunga mawar. Terpikir oleh saya untuk menggunakannya sebagai stempel.

 
Benar kan bentuknya memang mirip helai-helai bunga mawar? Tampak cantik pula.
 
Jadi apa yang kita butuh jika ingin menggunakan bonggol sawi putih ini sebagai stempel?
1. Bonggol sawi putih
2. Cat (saya biasa menggunakan cat akrilik yang biasa digunakan untuk kerajinan. Jika tidak menemukan cat jenis ini, mungkin cat poster juga bisa digunakan atau tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan cat air atau cat minyak. Silahkan bereksperimen sendiri).
3. Wadah datar untuk  menuang cat (gunakan wadah yang sudah tidak digunakan lagi di dapur/tidak bercampur dengan makanan. Saya menggunakan piring kertas sekali pakai yang bisa dibuang ketika sudah selesai kita gunakan).
4. Kertas, kertas karton yang akan kita stempel.
 
Caranya :
Cukup ulaskan cat pada permukaan bonggol sawi putih secara merata di seluruh permukaannya, kemudian stempelkan pada kertas atau karton.
 


 
Mudah kan??? Sebenarnya selain bonggol sawi putih ini, ada limbah dapur/sayuran yang juga bias kita gunakan yaitu seledri. Tapi miungkin di Indonesia susah didapat seledri jenis ini. Seledri ini besar-besar batangnya. Dan jika kita satukan, kemudian kita ikat juga tampak seperti helai-helai bunga. I  syaa Allah jika ada kesempatan saya foto dan tampilkan.
 
Selamat mencoba teman-teman.
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***
 

Sunday, November 23, 2014

Pengumuman Pemenang tantangan 1 (November 2014)

Ternyata pengumuman pemenang ini tidak sepelik seperti yang saya perkirakan, saya bahkan berpikir akan minta tolong beberapa teman KPI untuk menilai supaya ramai. Kenyataannya menjadi sangat mudah dan tanpa proses eleminasi. Tapi saya tetap excited dengan satu-satunya karya peserta yang memasukkan hasil karyanya. Seperti janji saya, penguman adalah hari ini. Jadi 10 kartu pos mint yang saya janjikan akan saya kirim kepada  :

Mbak Dey  yang hasil karyanya :

 
 
Dipakai dengan ijin pemilik foto

Terus terang tak terpikir oleh saya untuk membuat kartupos yang seperti ini modelnya. Sederhana tapi tetap sangat menarik dan in syaa Allah juga aman untuk dikirim tanpa amplop.

Kepada mbak Dey, selamat dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membuat kartupos dan menyertakannya di acara saya. Semoga mbak menikmati dan bahagia ketika berkreasi dengan kertas.

Kepada teman-teman yang lain, sampai bertemu di tantangan berikutnya.

 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***




Tuesday, April 1, 2014

Kartupos buatan sendiri (Handmade Postcards)

Dweedy, salah satu komentator di postingan saya tentang tukar menukar kartupos dengan orang Rusia, bilang bahwa dia sudah mendaftar menjadi anggota postcrossing, tapi belum kirim kartupos sama sekali karena susah mendapat kartupos dimana dia tinggal.
Sebenarnya beberapa anggota suka mendapat kartupos buatan sendiri (handmade postcards). Saya sudah pernah mengirim kartupos buatan sendiri yang sudah lama sekali saya buat (beberapa tahun lalu) ke seorang anggota postcrossing dari Belanda. Dia bilang di profilenya "Ayo kirimi saya kartupos buatanmu sendiri. Jangan takut, bikin saja sebisanya" Dia memang seorang guru seni di sekolah tempat dia bekerja. Jadi saya kirimi dia kartupos buatan sendiri.


Kemarin ada lagi yang mengatakan bahwa dia suka handmade postcards. Jadi saya kirim lagi postcard buatan saya yang lagi-lagi sudah saya buat bertahun-tahun lalu.




Pada kartupos ini saya, pake hiasan dari dari polymerclay yang saya buat sendiri berupa sentiment bertuliskan The Old Days.

Hari Sabtu kemarin, karena bosan tinggal dirumah, sementara mau keluar rumah juga sedang mendung, akhirnya saya buat lagi kartupos-kartupos dengan memanfaatkan kardus kemasan kue sarapan suami saya. Saya gunakan modpodge untuk menempel seperti teknik pada decoupage.



 
 
Kartu pertama, saya manfaatkan sebagian gambar dari kemasan cheese Danish yang menurut saya bagus. Saya hanya menutup tulisannya dengan karton dan saya hias dengan bunga dan tali. Kartu 2 dan 3 seluruhnya saya tutup dengan kain perca dan kertas bermotif dihias renda, kancing dan stickers.
 
Teman postcrossing saya asal Indonesia juga pernah minta saya membuat kartupos handmade untuknya, jadi saya buatkan satu untuknya dengan menggunakan karton biasa untuk membuat kartu dengan hiasan gambar tempel.
 

Ternyata kartupos yang saya kirim untuk anggota postcrossing dari Belanda itu tanpa saya duga mendapat 2 hati yang artinya favorite dari 2 anggota lainnya. Siapa sangka kan? Ternyata kartupos buatan sendiri juga dapat apresiasi. Nah Dweedy dan teman-teman yang lain, jika tertarik untuk bertukar kartupos dan susah mendapatkannya, coba bikin sendiri, surprise them!!!


Ini juga kartupos yang saya kirim untuk teman saya Dwita yang kemudian dia pajang di gelerinya dan ternyata menarik perhatian salah satu muridnya untuk membuat kartu yang sama.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***

 
 

Wednesday, February 5, 2014

Kartu resep dari label produk




Ketika menunggu seorang kenalan di kantin sebuah rumah sakit, saya melihat sebuah meja dengan berbagai macam brosur dan informasi tentang produk sebuah perkebunan organik komersial. Saya lihat ada satu label berbentuk kartu pos yang gambarnya menarik sekali dengan dominasi warna hijau segar. Saya ambil satu dengan pikiran mungkin suatu saat diperlukan.
Secara kebetulan seorang teman yang mengkoordinir kegiatan prakarya dari bahan kertas mengajak untuk membuat kartu dengan memanfaatkan labek produk. Terpikir untuk memanfaatkan label yang saya ambil dari rumah sakit itu. Saya tidak mempunyai ide tentang model kartu bagaimana yang akan saya buat. Setelah beberapa hari tertunda, terpikir untuk membuat kartu ucapan dengan resep di bagian depannya. Kreasi ini di ilhami oleh kartupos jenis resep yang sekarang juga banyak di produksi.



 
 
Kartu seperti ini mempunyai manfaat ganda, selain sebagai kartu ucapan, kita juga bias berbagi resep andalan dengan teman yang kita kirimi kartu tersebut.
Bagaimana menurut teman-teman?
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***

 

Wednesday, December 25, 2013

Memanfaatkan Gulungan Tissue Bekas Sebagai Bungkus Kado

 
Ide pemanfaatan gulungan tissue bekas ini bukan ide saya. Saya mendapatkannya dari suatu situs di internet. Yang saya lakukan ini adalah memodifikasi dan mengembangkan ide tersebut dengan cara menghiasnya supaya kelihatan lebih menarik.
 
***
 
Alat-alat :
gunting
lem tembak
lem kertas
 
 
Bahan-bahan :
gulungan tissue bekas
kertas pembungkus coklat
kertas karton untuk membuat tag
tali rafia
bunga felt 
 
 
 Bahan-bahan
 
 Tekuk kedalam kedua ujung
gulungan tissue
 
 Lapis dengan kertas pembungkus
(gunakan lem kertas untuk
menempel) 
 
 Ikat dengan rafia
 
 Sebelum disimpul mati,
selipkan tag
 
 Pasang hiasan bunga felt dengan
cara ditempelmenggunakan
lem tembak
 
 
Cara Membuat Bunga Felt
 
Selembar kain felt elebar kurang lebih 0.5 cm
2 lembar daun dari bahan felt
manik
 

Gulung felt kearah dalam sehingga
berbentuk seperti diatas. Lem bebe-
rapa bagian ketika menggulung dengan
lem tembak. Terakhir pasang manik
diatas dengan lem tembak 
 

 Begini jadinya
 
 
Membuat tag sederhana
Gunting karton dengan ukuran disesuaikan dengan besar gulungan tissue.
Potong bentuk persegi panjang, gunting keempat ujungnya.
 
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy Crafting Everyone
Hany Von G. Soewito
***
 
 
 
 


Monday, October 28, 2013

Tag Sederhana


Rangkain holiday seasons (Halloween, Thanks Giving dan Christmas) sudah semakin dekat, diawali dengan perayaan Halloween yang sangat dinanti anak-anak. Di sekolah tempat saya sekarang bekerja, terutama guru di tk dimana saya bekerja sama dengannya, sudah memberitahu saya bahwa dia akan mendekorasi lagi kelas kami seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya juga usul apakah boleh memberi seuatu buat anak-anak. Dia setuju dengan usul saya. Dia agak ragu apakah saya bias menyelesaikannya tepat waktu karena perayaan Halloween jatuh pada tanggal 30 Oktober. Saya bilang in syaa Allah bias saya selesaikan.
Jadi hari Minggu kemarin saya kebut untuk menyelesaikannya. Awalnya saya hanya akan membuat magnet berhias ayam kalkun yang saya buat dari bahan felt (tutorial cara membuat magnetnya menyusul). Saya cari ide bagaimana supaya magnet sebagai hadiah utamanya tidak rusak ketika dimasukkan ke dalam tas ransel anak-anak. Solusinya si jepit di jepitkan ke kertas karton. Dan ide berkembang ketika saya lihat gak menarik sama sekali kalau cuman kertas karton polos dan menyelesaikannya, sampai akhirnyaterpikir untuk membuat untuk membuat tag ini. Saya memutuskan untuk menghiasnya dengan pohon dengan inisial nama anak-anak. Hiasan pohonnya sebenarnya pengulangan dari kreasi saya sebelumnya untuk kartu timbul.

Itu cerita dibalik pembuatan tag-tag tersebut diatas.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Friday, October 11, 2013

Membuat kartu timbul ( pop-up )


Ayo kita belajar membuat kartu timbul ( pop-up ) sederhana. Kartu yang saya buat ini bertema musim gugur. Tapi kalau teman-teman juga ingin membuat dan mencoba kartu berbentuk timbul seperti ini, bias dengan teman lain, misalnya kebun bunga, rangkaian cupcakes dll.

***
 
 
Alat dan bahan :
mangkuk dengan 2 ukuran berbeda sebagai cetakan
kertas karton berwarna coklat
kertas bermotif
pemotong kertas bermotif
gunting gerigi
gunting polos
pensil
lem (tape runner)
 

Cara membuat :

Dengan mangkuk, potong kertas polos coklat untuk ukuran yang lebih kecil
(bagian dalam) dan kertas bermotif untuk ukuran besar (bagian luar)

 Lipat menjadi dua untuk tanda

 Potong 2 garis dibagian dalam, kemudian dibagian atasnya garis lagi dengan pensil
tumpul dan kalau punya creaser/bone folder buat garis tapi tidak terpotong
 
 Gunakan bagian yang tidak ada tanda pensil sebagai bagian yang akan kita jadikan
sebagai bagian bagusnya. Lipat sehingga menjadi bentuk seperti foto

Dengan sisa-sisa kertas, buat hiasan bentuk pohon. Gunakan penotong kertas bermotif bunga untuk membuat daun pohon dengan warna yang berbeda. Potong kertas coklat polos untuk batangnya

 

 
Tempel kertas karton coklat polos yang sudah ditekuk pada kertas bermotif yang berukuran lebih besar hanya pada bagian pinggirnya saja supaya bagian tengahnya mudah ditekuk.
Jadilah kartu timbul  ( pop-up  ) kita yang bertema musim gugur.

 Tampak dari pinggir

Tampak bagian depan dengan kertas bermotif
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito