Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Tuesday, November 11, 2014

Woodstock, Vermont

Ini bukan Woodstock, New York yang pada tahun 1960 an heboh dengan gerakan para hippies menentang perang Vietnam. Woodstock ini terletak di Negara Vermont yang bertentangga dengan Negara bagian saya, New Hampshire. Kota kecil ini menjadi terkenal setelah jutawan Rockefeller membeli sebuah mansion dan menjadikannya ruman berlibur keluarga tersebut untuk bermain sky di musim dingin. Kemudian diajaknya pula teman-temannya yang lain diantaranya keluarga Billing yang kemudian mempunyai daerah peternakan disana dan sekarang menjadi museum. Sejak saat itu, kota ini menjadi ramai dan sampai sekarang menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam dan luar negri terutama di musim dingin dan gugur.
 
 
***
Beberapa pemandangan gedung dan sudut pusat kota kota Woodstock
 

 
 


 

 
Kantor pos kota Woodstock. Bagi para postcrossers
inilah bentuk kantor pos Woodstock
 

 
Beberapa toko yang menempati bangunan dan gedung-gedung lama
 
 Apotik
 

 Toko aneh milik seorang Yahudi yang menjual segala macam
pernak pernik baik yang lazim dan aneh, tapi selalau ramai
dikunjungi pembeli. Toko ini pula tempat saya biasa membeli
kartupos yang sedikit "berbeda"
 

 Toko bunga yang lokasinya sangat menarik (berada
diatas sungai). Bagian depannya juga menjadi
tempat favorit wisatawan untuk sekedar
duduk-duduk
 



 Ke Woodstock belum lengkap kalau belum ke toko es krim ini.
Es krim vanilla dengan wadah waffle yang semuanya
homemade. Kami rela berkendara 40 menit hanya
untuk semangkuk es krim vanilla.
 
 
Sebelum masuk kota Woodstock jika kita masuk dari arah daerah wisata Quechee gorge atau keluar dari kota Woodstock kalau kita masuk dari arah Taftville, maka ada salah satu bangunan yang berjudul Scotland by the yard ini. Awalnya saya nggak ngeh apa maksudnya, tapi akhirnya saya tahu ini juga toko. Saya piker menarik juga pilihan namanya.
 


 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***




The Enfield Shaker (Village), New Hampshire

Enfield adalah nama sebuah kota kecil terletak disebalah utara kota kami. Jika berkendaraan mobil dengan kecepatan sesuai peraturan lalu lintas, untuk sampai di kota tersebut dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sesuatu yang unik di kota ini  adalah sebuah desa yang dulunya dihuni oleh masyarakat/suku yang menganut aliran Shaker, sebuah aliran agama Kristen. Menurut yang saya dengar, masyarakat/suku ini sama dengan dengan kelompok yang hamper sejenis yaitu suku Amish dan Quaker (lihat disini) yang suka damai dan hidup sedrhana. Bedanya dengan suku Amish, mereka berpakain modern seperti kita, juga menggunakan fasilitas modern termasuk mobil. Sekarang desa mereka berubah fungsi menjadi sebuah museum.
 
Sejarah tentang desa ini bisa di baca di foto terakhir yang menerangkan sejarah tentang desa and suku Shaker di Enfield.
 
Foto pertama adalah perumahan penduduk. Sebenarnya masih ada lagi beberapa rumah lain yang ada di bagian belakang, cuman sayang saya tidak sempat mengabadikannya karena terburu-buru pulang. Dulu kami sudah pernah jalan-jalan ke tempat ini, tapi saya lupa dimana menyimpang fotonya.
 
Kalo tidak salah, foto kedua adalah bangunan yang digunakan untuk mempertunjukkan alat-alat yang mereka gunakan pada masa itu, termasuk semua peralatan rumag tangga. Juga digunakan sebagai tempat menjual cendera mata.
 
Bangunan tersebut bersambung dengan bangunan berikutnya pada foto 3 dengan pilar-pilar model Romawi. Itu adalah gereja mereka. Bagian dalam gereja ini sangat indah, pebuh dengan hiasan, mengingatkan saya pada gereja Notre dame di Old Montreal di Canada.
 
Diseberang jalan terdapat sebuah bangunan tua yang masih berfungsi sampai sekarang biasanya digunakan orang sebagai tempat perbikahan. Saya kurang tau persis bangunan apa itu.
 
Di kompleks ini juga ada bangunan rumah yang merupakan perimahan untuk pendeta mereka (Parsonage)
 
 
 



 


 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***
 
 
 

Saturday, October 18, 2014

Musim gugur (Autumn atau Fall)

Di postingan pertama setelah pulang mudik, Safina nulis komen, katanya senang bia saya sudah muali posting lagi, terima kasih sambutan welcome back nya yang hangat ya Safina :)  Saya juga senang bisa ngoceh dan berbagi cerita serta ilmu kerajinan yang saya bisa mengerjakannya. Sebenarnya saya ingin lebih sering nulis, tapi apa daya pulang kerja, saya biasa sudah kecapekan, maklum sekarang murid kami ada 13 orang, lima orang diantaranya baru umur 4 tahun. Setelah teriak-teriak,"Please don't do that, take care of yourself, quite down please," di sekolah, sampai rumah saya biasanya cuman pengen tiduran dan menyepi.
Anyway, cerita tentang musin gugur, autumn atau orang America lebih suka menyebutnya Fall ini  yang saya belum sempat saya ceritakan, bahkan musim ini sudah jalan separuhnya.
Musim ini ini adalah favorit sebangain besar orang America karena ketika musim ini dating, ia mampu mengubah warna dunia menjadi sangat cantik dengan aneka warna cerah daun-daun yang dalam proses berubah warna dan mengering. Musim inipun berlangsung paling singkat disbanding musim panas dan dingin.
Diawali dengan hadirnya serabut-serabut halus semacam sarang laba-laba di dahan-dahan pohon yang biasa disebut "tent worm". Benda ini mulai muncul diakhir Agustus. Saat itulah hati saya mendua antara senang karena keindahan yang akan segara kami nikmati, tapi segera setelah musim itu berlalu, kami akan terkungkung di dalam rumah agar tidak kedinginan di luar selama musim dingin.
 



Setelah berlangsung beberapa minggu, semakin banyak daun-daun yang berubah warna dan semakin cantik. Diakhir pekan, kami usahakan untuk bisa jalan-jalan walau hanya sekedar putar-putar kota dan kota-kota tetangga seperti yang kami lakukan minggu lalu. 






Musim ini juga, musim panen, para petani dan peladang mulai mendulang hasil kerja keras selama musim panas kemarin. Di sekitar rumah kami ada beberapa pertanian yang menjual langsung hasil panennya kepada pembeli selain menjualnya ke toko-toko bahan makanana atau perusahaan besar untuk dijadikan etanol yang dicampur dengan bensin. Kami suka membeli jagung dari petani tetangga kami ini karena masih segar dan baru dipetik dari lading yang ada disebelah tempat berjualan. Mereka juga menanam dan menjual labu-labu yang biasa dipakai untuk mendekorasi rumah-rumah. Bentuk l;abu-labu ini macam dan aneh-aneh. Juga bunga khas musim gugur yaitu Mums (Chrysanthimum).





Saat ini juga musim ayam kalkun keluar sarang. Setiap pagi saat berangkat kerja, kami sering melihat pasukan ayam kalkun ini berkeliaran disepanjuang jalan. Orang-orang didaerah kami banyak yang lunya hobi berburu, termasuk berburu kalkun dan rusa. Namun mereka tidak boleh sembarang berburu, karena jumlah kalkun yang di tangkap ada batasnya termasuk juga besarnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam. Para pemburu juga harus punya ijin untuk berburu.



 
Saat ini kami sudah melewati puncak keindahan warna daun dan sekarang sudah muali berwarna kungin tua bahkan coklat kering.
Itulah sekelumit cerita tentang musim gugur kami di sini, di Claremont, New Hampshire, USA. Daerah kami ini termasuk salah satu daerha New England, yaitu daerah-daerha yang pertama-tama di darati oleh para pendatang eropa pertama ke benua ini di tahun 1600 an. Daerha New England ini sudah terkenal keindahannya terutama di musim gugur ini, banyak turis dari Negara-begara lain dating hanya untuk menikmati keindahan warna-warna daun-daun ini. Kami biasa menyebut mereka leafers atau leaf peepers :)
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***
 
 
 

Sunday, September 7, 2014

Liburan Labor Day

3 hari sebelum tahun ajaran baru disekolah mulai yaitu pada tanggal 25 Agustus 2014, kami baru kembali dari acara mudik dan mengunjungi keluarga saya selama hamper 2 bulan di Indonesia. Seperti biasa cukup makan waktu bagi saya untuk segera kembali ke ritme biologis normal di Amerika alias jetleg berkepanjangan.
Namun seminggu kemudian setelah masuk kerja kembali, ada libur akhir pecan yang cukup panjang yaitu pada hari Labor Day (Hari buruh). Seperti tahun lalu, kami berdua menghabiskan liburan Labor Day kami di daerah danau Newfound, di kota Bristol, New Hampshire. Kami juga kembali bermalam di Camp Wulamat, suatu tempat menginap berupa kabin-kabin kecil untuk keluarga. Bagi suami saya, camp ini sudah bukan tempat asing lagi karena sejak dulu dia sudah menginap ditempat ini setiap liburan musim panas. Camp ini sudah berdiri sejak tahun 30an dan bangunannyapun masih tidak berubah sejak tahun itu. Pengunjung yang menginap disini disebut campers. Mereka juga secara turun temurun mulai dari kakek buyut sudah menginap disini, kemudian dilanjutnya oleh anak cucu mereka. Camp ini dimiliki oleh keluarga Robinson yang juga turun temurun mengelolanya. Acara selama disini, selain berenang di danau untuk mendinginkan badan di cuaca musim panas yang panas disiang hari, kami juga bias mengunjungi daerah sekitar untuk belanja, makan atau beli es krim. Dikota yang bersebelahan bernama Meredith, ada plaza bernama Market Place dimana pengunjung bisa berbelanja. Pada malam hari, biasanya mereka saling bercengkrama dengan keluarga setelah aktivitas disiang hari yang melelahkan atau juga dengan anggota keluarga lain. Dan karena pengunjung sudah saling kenal, maka disediakan hall tempat orang-orang berkumpul dan saling berbagi atraksi atau sekedar bercengkaram, mendengarkan musik, bernyanyi dan berdansa bersama.
Kabin kami berada dipaling ujung berdekatan dengan rumah pemilik yang juga ditinggal di camp selama musim semi hingga akhir musim panas. Tepat didepan rumah pemilik yang bernama Helen Robinson, adalah sebuah kapel kecil. Di kapel ini pernah dipakai sebagai tempat acara pernikahan oleh pasangan yang bertemu di camp ini sejak mereka masih kecil.
Sangat menyenangkan liburan kami disana, walaupun tidak tidak tempat mewah karena kami menjadi dekat dengan alam.
 
***
 
 
 Kantor camp
 
 Kabin-kabin tempat menginap
 
 Kabin kami bernama Sunapee. Tiap-tiap kabin
mempunyai nama
 
 Didalam kabin kami. Di pojok kanan adalah kamar
kecil sehingga kami tidak perlu keluar untuk
buang hajat.
 
 Tempat mandi umum berupa shower-shower
yang terpisah antara pria dan wanita
 
kapel kecil yang juga bersebelahan dengan
kabin kami
 
&&&
 
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
 
 
 
 
 

Monday, March 24, 2014

Tukar menukar kartupos dengan seorang Rusia

Selain alamat yang kita dapat secara resmi dari administrator klub postcrossing, anggota klub tersebut juga ada yang bersedia untuk bertukar kartupos secara pribadi (direct swap).
Suatu hari saat ngintip gambar-gambar kartupos yang terkirim di galeri klub tersebut, pandangan saya terhenti pada suatu kartupos bergambar boneka Russia Matryoshka. Saya penggemar boneka khas Russia ini. Saya cari informasi lebih lanjut siapa yang mengirim kartupos tersebut dengan mengklik kode identifikasinya. Ternyata seorang dari Rusia dan ternyata pula yang bersangkutan bersedia untuk tukar menukar secara langsung atau istilah mereka direct swap.
Saya bertanya apakah bisa saya mendapat kartupos yang sama gambarnya seperti yang dia kirim pada anggota lain tersebut. Katanya dia sudah tidak lagi punya yang persis sama, tapi dia punya yang lain dengan gambar boneka matriyoshka. Saya setuju saja. Dia menginginkan kartupos menggambarkan tempat bersejarah di kota saya. Saya mengirimnya kartupos bergambar jembatan tutup (covered bridge)di Cornish yang bersejarah karena pernah didatangi oleh mantan Presiden Clinton dan ketua DPR saat itu Newt Gingrich.

 


Dia menerima kartu saya lebih dulu, saya masih menunggu agak lama untuk menerima kartunya. Setelah kartu saya terima, dia mengajak untuk bertukar lebih banyak lagi. Saya setuju. Kalau tidak salah saya mengirimnya 5 kartupos. Tapi yang saya dapat darinya adalah 12 kartu pos dikemas dalam satu amplop bergambar kota dimana dia tinggal di Russia yaitu kota Kasan.








Ada tambahan satu kartupos bergambar anak kecil Rusia berpakain tradisional sedang makan donat tempat dia menulis pesannya dan menceritakan kotanya. Kartupos semacam ini juga salah satu favorite saya.


Oh ... iya, saya juga mengajaknya bertukar kartupos berprangko dan bercap pos dan memintanya untuk mengirim kartu tersebut pada murid-murid saya di sekolah. Dia setuju sekali. Beberapa hari yang lalu kartupos-kartupos itu dating secara bersamaa. Saya suka sekali dengan pesan yang dia tulis untuk murid-murid saya, beberapa kata dalam bahasa Russia. Murid-murid kami disekolah senang belajar bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia.
kata-kata dalam bahasa Russia yang diajarkannya adalah :
Babushka = nenek
Horosho = bagus
Kak dela = apa kabar
Privet = Hai



Menyenangkan bukan? Sudahkah teman-teman mendaftar menjadi anggota postcrossing?
Setelah saya bercerita tentang postcrossing pertama kali di postingan sebelumnya, ternyata banyak juga lo teman-teman yang tertarik dan akhirnya bergabung. Banyak juga yang mengajak bertukar kartupos dengan saya.  Ternyata mereka benar-benar menikmatinya, ayo tunggu apalagi  ...

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***