Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan-jalan. Show all posts

Sunday, October 1, 2017

Belajar Ukiyo - e prints gratis di bandara Narita - Jepang

Ini oleh-oleh saya berikutnya dari kunjungan singkat kami ke Jepang akhir musim panas kemarin, yaitu belajar tentang proses pembuatan Ukiyo - e prints

Ceritanya, setelah istirahat beberapa jam ketika menunggu penerbangan kami kembali ke Amerika, kami melintasi meja yang di kelilingi beberapa orang dan juga melihat papan pengumuman seperti di foto. Ternyata orang-orang tersebut adalah penumpang pesawat yang juga sedang menunggu pesawat mereka (kebetulan berikutnya, mereka juga sepesawat dengan kami). 

Untuk mengusir kejenuhan penumpang pesawat, pihak bandara Narita berusaha memberikan alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. Pilihan yang di berikan hari itu adalah pencetakan Ukiyo - e ini.

Setelah berdiskusi dengan suami, saya segera ungkapkan keinginan saya untuk ikut serta workshop singkat mereka pada bapak pengajar yang saya lupa namanya. Ternyata workshop ini gratis. Dia juga menanyakan jam keberangkatan saya yang masih 2 - 3 jam lagi. Dia bilang saya masih punya waktu.  Saya cuman perlu sabar menunggu giliran saja karena ada beberapa orang di depan saya. 
Akhirnya giliran saya tiba juga dan memang singkat saja karena hanya semacam pengenalan. Tapi sangat menarik dan sebenarnya ketrampilan ini butuh ketelitian untuk mendapat hasil yang bagus.Jadi saya pikir, jika kita memang ingin mengerjakan dan membuat ketrampilan ini, akan butuh waktu lebih lama dari yang kami kerjakan saat itu.  

Apa Ukiyo - e itu? ini saya copy - paste dari wikipedia 
https://en.wikipedia.org/wiki/Ukiyo-e












***
Be creative, be yourself  and the satisfaction
is there for you

Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito

Tuesday, November 11, 2014

Woodstock, Vermont

Ini bukan Woodstock, New York yang pada tahun 1960 an heboh dengan gerakan para hippies menentang perang Vietnam. Woodstock ini terletak di Negara Vermont yang bertentangga dengan Negara bagian saya, New Hampshire. Kota kecil ini menjadi terkenal setelah jutawan Rockefeller membeli sebuah mansion dan menjadikannya ruman berlibur keluarga tersebut untuk bermain sky di musim dingin. Kemudian diajaknya pula teman-temannya yang lain diantaranya keluarga Billing yang kemudian mempunyai daerah peternakan disana dan sekarang menjadi museum. Sejak saat itu, kota ini menjadi ramai dan sampai sekarang menjadi salah satu tujuan wisatawan dalam dan luar negri terutama di musim dingin dan gugur.
 
 
***
Beberapa pemandangan gedung dan sudut pusat kota kota Woodstock
 

 
 


 

 
Kantor pos kota Woodstock. Bagi para postcrossers
inilah bentuk kantor pos Woodstock
 

 
Beberapa toko yang menempati bangunan dan gedung-gedung lama
 
 Apotik
 

 Toko aneh milik seorang Yahudi yang menjual segala macam
pernak pernik baik yang lazim dan aneh, tapi selalau ramai
dikunjungi pembeli. Toko ini pula tempat saya biasa membeli
kartupos yang sedikit "berbeda"
 

 Toko bunga yang lokasinya sangat menarik (berada
diatas sungai). Bagian depannya juga menjadi
tempat favorit wisatawan untuk sekedar
duduk-duduk
 



 Ke Woodstock belum lengkap kalau belum ke toko es krim ini.
Es krim vanilla dengan wadah waffle yang semuanya
homemade. Kami rela berkendara 40 menit hanya
untuk semangkuk es krim vanilla.
 
 
Sebelum masuk kota Woodstock jika kita masuk dari arah daerah wisata Quechee gorge atau keluar dari kota Woodstock kalau kita masuk dari arah Taftville, maka ada salah satu bangunan yang berjudul Scotland by the yard ini. Awalnya saya nggak ngeh apa maksudnya, tapi akhirnya saya tahu ini juga toko. Saya piker menarik juga pilihan namanya.
 


 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***




The Enfield Shaker (Village), New Hampshire

Enfield adalah nama sebuah kota kecil terletak disebalah utara kota kami. Jika berkendaraan mobil dengan kecepatan sesuai peraturan lalu lintas, untuk sampai di kota tersebut dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Sesuatu yang unik di kota ini  adalah sebuah desa yang dulunya dihuni oleh masyarakat/suku yang menganut aliran Shaker, sebuah aliran agama Kristen. Menurut yang saya dengar, masyarakat/suku ini sama dengan dengan kelompok yang hamper sejenis yaitu suku Amish dan Quaker (lihat disini) yang suka damai dan hidup sedrhana. Bedanya dengan suku Amish, mereka berpakain modern seperti kita, juga menggunakan fasilitas modern termasuk mobil. Sekarang desa mereka berubah fungsi menjadi sebuah museum.
 
Sejarah tentang desa ini bisa di baca di foto terakhir yang menerangkan sejarah tentang desa and suku Shaker di Enfield.
 
Foto pertama adalah perumahan penduduk. Sebenarnya masih ada lagi beberapa rumah lain yang ada di bagian belakang, cuman sayang saya tidak sempat mengabadikannya karena terburu-buru pulang. Dulu kami sudah pernah jalan-jalan ke tempat ini, tapi saya lupa dimana menyimpang fotonya.
 
Kalo tidak salah, foto kedua adalah bangunan yang digunakan untuk mempertunjukkan alat-alat yang mereka gunakan pada masa itu, termasuk semua peralatan rumag tangga. Juga digunakan sebagai tempat menjual cendera mata.
 
Bangunan tersebut bersambung dengan bangunan berikutnya pada foto 3 dengan pilar-pilar model Romawi. Itu adalah gereja mereka. Bagian dalam gereja ini sangat indah, pebuh dengan hiasan, mengingatkan saya pada gereja Notre dame di Old Montreal di Canada.
 
Diseberang jalan terdapat sebuah bangunan tua yang masih berfungsi sampai sekarang biasanya digunakan orang sebagai tempat perbikahan. Saya kurang tau persis bangunan apa itu.
 
Di kompleks ini juga ada bangunan rumah yang merupakan perimahan untuk pendeta mereka (Parsonage)
 
 
 



 


 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***
 
 
 

Sunday, September 7, 2014

Liburan Labor Day

3 hari sebelum tahun ajaran baru disekolah mulai yaitu pada tanggal 25 Agustus 2014, kami baru kembali dari acara mudik dan mengunjungi keluarga saya selama hamper 2 bulan di Indonesia. Seperti biasa cukup makan waktu bagi saya untuk segera kembali ke ritme biologis normal di Amerika alias jetleg berkepanjangan.
Namun seminggu kemudian setelah masuk kerja kembali, ada libur akhir pecan yang cukup panjang yaitu pada hari Labor Day (Hari buruh). Seperti tahun lalu, kami berdua menghabiskan liburan Labor Day kami di daerah danau Newfound, di kota Bristol, New Hampshire. Kami juga kembali bermalam di Camp Wulamat, suatu tempat menginap berupa kabin-kabin kecil untuk keluarga. Bagi suami saya, camp ini sudah bukan tempat asing lagi karena sejak dulu dia sudah menginap ditempat ini setiap liburan musim panas. Camp ini sudah berdiri sejak tahun 30an dan bangunannyapun masih tidak berubah sejak tahun itu. Pengunjung yang menginap disini disebut campers. Mereka juga secara turun temurun mulai dari kakek buyut sudah menginap disini, kemudian dilanjutnya oleh anak cucu mereka. Camp ini dimiliki oleh keluarga Robinson yang juga turun temurun mengelolanya. Acara selama disini, selain berenang di danau untuk mendinginkan badan di cuaca musim panas yang panas disiang hari, kami juga bias mengunjungi daerah sekitar untuk belanja, makan atau beli es krim. Dikota yang bersebelahan bernama Meredith, ada plaza bernama Market Place dimana pengunjung bisa berbelanja. Pada malam hari, biasanya mereka saling bercengkrama dengan keluarga setelah aktivitas disiang hari yang melelahkan atau juga dengan anggota keluarga lain. Dan karena pengunjung sudah saling kenal, maka disediakan hall tempat orang-orang berkumpul dan saling berbagi atraksi atau sekedar bercengkaram, mendengarkan musik, bernyanyi dan berdansa bersama.
Kabin kami berada dipaling ujung berdekatan dengan rumah pemilik yang juga ditinggal di camp selama musim semi hingga akhir musim panas. Tepat didepan rumah pemilik yang bernama Helen Robinson, adalah sebuah kapel kecil. Di kapel ini pernah dipakai sebagai tempat acara pernikahan oleh pasangan yang bertemu di camp ini sejak mereka masih kecil.
Sangat menyenangkan liburan kami disana, walaupun tidak tidak tempat mewah karena kami menjadi dekat dengan alam.
 
***
 
 
 Kantor camp
 
 Kabin-kabin tempat menginap
 
 Kabin kami bernama Sunapee. Tiap-tiap kabin
mempunyai nama
 
 Didalam kabin kami. Di pojok kanan adalah kamar
kecil sehingga kami tidak perlu keluar untuk
buang hajat.
 
 Tempat mandi umum berupa shower-shower
yang terpisah antara pria dan wanita
 
kapel kecil yang juga bersebelahan dengan
kabin kami
 
&&&
 
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito