Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G

Thursday, May 9, 2013

Mencocok (paper piercing)

Jaman sekolah TK dulu, bu guru saya alm. ibu Sumarni mengajarkan kami kegiatan mencocok pada kertas yang telah di beri gambar/motif. Seingat saya kegiatan ini sangat mengasyikkan bagi kami murid-murid TK.
Setelah dewasa dan mulai berkecimpung dengan kerajinan ternyata kegiatan ini juga dikenal dalam seni kerajinan kertas yang biasa disebut juga paper piercing. Biasanya Paper piercing ini dibuat untuk pinggiran. Tapi untuk hiasan utama pafa kartu juga bagus. Berikut ini saya tunjukkan langkah-langkahnya.

***
Alat dan bahan
 
Kertas polos, pensil, jarum yang agak
besar dan serbet penahan panas
(pot holder)
 
 Langkah-langkah
 
 Gambar motif pada kertas
 
 letakkan kertas bermotif diatas
serbet penahan panas
 
 Mulai dicocok mengikuti garis motif
 
 Setelah selesai dicocok
 
 Balik sehingga yang tampak adalah
permukaan yang timbul karena
cocokan
 
 Beri warna pada daerah kosong diantara
garis yang dicocok. Pewarna boleh apa
saja, saya memakai kapur warna
 
Seperti ini jadinya
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Tuesday, May 7, 2013

Membuat mawar gulung dari kertas koran

Ada sebuah acara tantangan  untuk membuat seatu kreasi berbahan barang-barang daur ulang yang saya ikuti. Saya mencoba memanfaatkan kertas koran bekas untuk membuat bunga mawar gulung yang bisa digunakan sebagai hiasan untuk membuat kartu atau halaman scrapbooking. Murah meriah dan mudah pula membuatnya.

***

Alat dan bahan :



Cara membuat :

 Buat bundaran kertas menggunakan
tutup botol
 
 Sobek satu halaman koran jadi 2,
kemudian gulung
 
 Gulung kedalam dan bantu dengan lem
tembak untuk merekatkan
 
 Rekatkan pada bundaran kertas dengan
lem tembakdan terus gulung
 
 Beri lem tembak secara acak
disetiap gulungan
 
 Setelah selesai, jika ada sisa kertas
bundar, gunting dan rapikan
 
 Jadilah bunga mawar gulung kertas
 
Emang bener bisa dimanfaatkan? Kenapa tidak .... jadilah bunga mawar gulung kertas sebagai hiasan kartu ucapan selamat pernikahan untuk seorang teman.

 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Wednesday, May 1, 2013

Surat elektronik (Emails)

Sejak mencantumkan alamat email saya di blog ini, surat-surat elektronik mulai ramai mendatangi kotak surat saya. Surat-surat itu datang dari teman-teman yang mungkin merasa lebih nyaman untuk bertanya seputar kerajinan secara pribadi. Saya tidak keberatan sama sekali. Memang tujuan saya untuk membantu teman-teman jika saya mempunyai jawabannya. Aneka macam pertanyaannya dan postingan saya kemarin tentang pemotong kertas bermotif adalah salah satunya yang sempat ditanyakan oleh beberapa orang sehingga saya memutuskan untuk menulis secara khusus tentang hal itu.

Bukan tanpa resiko mencantumkan alamat email seperti itu di forum publik seperti ini. Selain surat-surat manis berisi pertanyaan seputar dunia kerajinan, saya juga mendapat surat-surat berisi pemberitahuan tentang lomba-lomba yang diadakan oleh berbagai pihak di Indonesia. Saya suka itu karena bisa saya bagi dengan teman-teman. 

Ada lagi surat yang isinya iklan dan promosi dari berbagai perusahaan. Ini cukup menggangu saya. Dan yang sangat mengganggu saya adalah email usil dari beberapa cewek, salah satu dari mereka awalnya menulis secara manis, bertanya tentang kain fat quarter untuk quilting. Setelah dijawab secara tulus dengan harapan untuk membantu kesulitannya, cewek ini mulai "ngelamak" kalo istilah dikampung saya.

Kayaknya dunia sepi ya kalau tidak ada yang bersedia menjadi relawan untuk melakukan sesuatu yang melawan main stream, memilih menjadi anomali. Mungin saya akan di protes jika menulis "cewek kok kelakuannya seperti itu" tapi memang benar adanya. Rasanya kok gak etis ya seorang cewek berkelakuan "menyimpang" seperti itu. Ini hanya salah satu dari para anomali itu.

Saya menghimbau, mbok ya jangan suka usil begitu, kasihan teman-teman yang lain, mungkin bisa kena getahnya karena nila setitik. Blog ini kan untuk membantu teman-teman semua. saya tidak berbisnis, tidak jualan dan tidak beriklan disini. Kalaupun ada itu untuk membantu teman-teman menemukan tempat kursus atau alat dan bahan kerajinan dan saya tidak pernah menarik biaya atau menerima materi tertentu.

Saya masih simpan nama dan alamat email orang-orang usil itu, jika terjadi lagi, saya tidak segan untuk menuliskan nama dan alamat emailnya sehingga teman-teman yang lain waspada.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
*** 

Tuesday, April 30, 2013

Pemotong kertas bermotif (punchers)

Saya beberapa email menanyakan pemotong kertas bermotif (punchers)yang saya pake pada beberapa hasil karya yang saya pajang di blog ini. Untuk lebih jelasnya, saya tulis disini saja sehingga teman-teman lain yang juga penasaran tapi belum sempat bertanya juga bisa menyimak.

Pertanyaan yang masuk umumnya menyanyakan dimana membeli puncher tersebut. Seperti jawaban saya pada para penanya, punchers ini produksi Stampin'Up. Setahu saya produk ini belum masuk Indonesia, bahkan di US sendiri, produk ini tidak dijual bebas di toko-toko bahan dan alat-alat kerajinan, yang terkenal sekalipun. Produsen merek ini menjual produknya melalui cara yang disini biasa disebut home party. Mereka memberi kesempatan pada semua yang berminat untuk menjadi demonstrator Stampin'Up. Para demonstrator ini yang kemudian mengkoordinir para penggemar kerajinan kertas untuk berkumpul tiap bulan untuk membuat hasil karya kerajinan kertas. Kemudian diakhir pertemuan semua anggota harus membeli produk Stampin'Up ini. Pertemuan ini diadakan setiap bulan sekali.
Apakah bisa membeli langsung ke produsen? Bisa! tapi mereka mempunyai jumlah minimal yang harus dibeli oleh calon pembeli. Saya kurang tahu berapa, mungkin diatas $ 200.
Karena itulah acara kumpul-kumpul, bikin kerajinan dan belanja itu cara yang lebih murah.
Atau bisa menghubungi salah satu demonstrators untuk pesan produk yang dinginkan. Teman-teman bisa mengirim email pada demonstrator itu untuk bertanya jika mungkin untuk membeli produk Stampin'Up melalui mereka dan mengirimkannya ke Indonesia.  Biasanya mereka melakukan transaksi dengan paypal.  Perlu diketahui bahwa punchers ini agak berat, jadi mungkin agak mahal biaya kirimnya. Biaya kirim international dari USA sudah naik sejak sekitar 2 bulan lalu. Untuk biaya pengiriman termurah $ 6.55, tapi untuk punchers ini mungkin jauh lebih mahal, karena mungkin mereka akan mengirimnya dengan karton. Dan jika berat melebihi 4 pounds, maka pengiriman harus dengan priority mail yang lebih mahal.


Punchers ini juga sempat ditanyakan. Yang ini merek Fiskars. Saya pikir ini lebih mudah menemukannya di Indonesia. Dimana? Saya menyarankan mencarinya melalui online shops di facebook. Saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu karena saya sendiri juga kurang tahu pasti siapa saja yang menjualnya. Juga merek-merek lainnya. Sudah banyak sekali yang berjualan alat-alat dan bahan kerajinan kertas ini di Indonesia terutama online shops.


***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Tuesday, December 4, 2012

Membuat Bunga Felt

Yang dibutuhkan: felt potong bentuk
bundar dengan 2 ukuran berbeda.
Benang sulam warna senada
Jarum sulam
Gunting
Manik

Satukan tiap helai felt dengan ukuran berbeda
jadi satu disalah satu ujung, kemudian jahit
dengan tusuk jelujur untuk menyatukan

Seperti hasilnya

Kemudian tariksehingga tiap helai menyatu.
Bagi saya lebih mudah jika ditarik dari
bagian belakang

Tampak depan

kemudian bawa jarum kembali keatas untuk
memasang manik. Jahit 2 -3 x supaya kuat

Ini hasil akhirnya
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Monday, November 19, 2012

S.O.S (Same old stuff)

Istilah S.O.S (Same old stuff)  ini saya pinjam dari suami saya yang biasanya dia gunakan jika ada yang bertanya kabarnya. Dalam postingan ini bukan kabar yang tetap sama, tapi satu hal yang sudah menjadi umum di dunia internet : PENCURIAN FOTO-FOTO DAN ARTIKEL. Kenapa saya sebut pencurian? Karena saya tidak merasa dimintai ijin atau memberi ijin untuk re-posting postingan saya di blog orang lain.
Sebenarnya saya bosan berurusan dengan hal seperti ini, tapi saya merasa punya hak untuk membalas jika di dholimi seperti ini.

Yang mana lagi yang di curi?
Membuat motif timbul pada kertas (dry embossing)

Siapa yang mencuri?
Pemilik blog "Berbagi Ilmu"

Kali ini tidak hanya foto-foto yang diambil, tapi apa yang ada di postingan tersebut tinggal di copy - paste saja. Gila ya !!!

Yang bikin geli, karena main copy - paste saja, sesuatu yang saya suka sekarang menjadi kesukaannya juga. seperti ini contohnya :
"Cara ketiga dan ini yang ingin saya tunjukkan caranya. Ini cara yang paling saya suka, karena saya sangat menikmati ketika saya menggambar motif-motif itu satu persatu pada kertas dan memberi lebih banyak kebebasan pada saya untuk bemain-main dengan motif yang ada dengan cara menggabung beberapa motif dari beberapa pola pada satu permukaan kertas"

Tampaknya pepatah sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat akan jatuh pula, sudah perlu direvisi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Kenapa? karena siapapun pemilik blog tersebut harus berpacu dengan dengan perkembangan teknologi tersebut. Dia relatif baru menayangkan postingan saya tersebut, September 2012 kemarin dan tadi pagi ketika saya buka email, ada seorang yang baik hati menyampaikannya pada saya.
Kasus-kasus seperti ini akan saya simpan di segmen tersendiri (kasus) di side bar saya sampai yang bersangkutan menghapus postingan tersebut.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Friday, October 26, 2012

Sulam felt

Selembar felt hijai tua yang terpaksa saya beli karena suami saya memaksa untuk membelinya karena kasihan sama yang jual tanpa tahu apa yang akan saya perbuat dengannya. Felt ini sangat tipis sehingga agak susah untuk dipakai untuk membuat suatu kreasi. Tapi saya sayang membuangnya begitu saja, akhirnya saya jadikan kain dasar untuk sulaman felt ini.
***
 
 

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is the for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***