Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G

Tuesday, April 1, 2014

Kartupos buatan sendiri (Handmade Postcards)

Dweedy, salah satu komentator di postingan saya tentang tukar menukar kartupos dengan orang Rusia, bilang bahwa dia sudah mendaftar menjadi anggota postcrossing, tapi belum kirim kartupos sama sekali karena susah mendapat kartupos dimana dia tinggal.
Sebenarnya beberapa anggota suka mendapat kartupos buatan sendiri (handmade postcards). Saya sudah pernah mengirim kartupos buatan sendiri yang sudah lama sekali saya buat (beberapa tahun lalu) ke seorang anggota postcrossing dari Belanda. Dia bilang di profilenya "Ayo kirimi saya kartupos buatanmu sendiri. Jangan takut, bikin saja sebisanya" Dia memang seorang guru seni di sekolah tempat dia bekerja. Jadi saya kirimi dia kartupos buatan sendiri.


Kemarin ada lagi yang mengatakan bahwa dia suka handmade postcards. Jadi saya kirim lagi postcard buatan saya yang lagi-lagi sudah saya buat bertahun-tahun lalu.




Pada kartupos ini saya, pake hiasan dari dari polymerclay yang saya buat sendiri berupa sentiment bertuliskan The Old Days.

Hari Sabtu kemarin, karena bosan tinggal dirumah, sementara mau keluar rumah juga sedang mendung, akhirnya saya buat lagi kartupos-kartupos dengan memanfaatkan kardus kemasan kue sarapan suami saya. Saya gunakan modpodge untuk menempel seperti teknik pada decoupage.



 
 
Kartu pertama, saya manfaatkan sebagian gambar dari kemasan cheese Danish yang menurut saya bagus. Saya hanya menutup tulisannya dengan karton dan saya hias dengan bunga dan tali. Kartu 2 dan 3 seluruhnya saya tutup dengan kain perca dan kertas bermotif dihias renda, kancing dan stickers.
 
Teman postcrossing saya asal Indonesia juga pernah minta saya membuat kartupos handmade untuknya, jadi saya buatkan satu untuknya dengan menggunakan karton biasa untuk membuat kartu dengan hiasan gambar tempel.
 

Ternyata kartupos yang saya kirim untuk anggota postcrossing dari Belanda itu tanpa saya duga mendapat 2 hati yang artinya favorite dari 2 anggota lainnya. Siapa sangka kan? Ternyata kartupos buatan sendiri juga dapat apresiasi. Nah Dweedy dan teman-teman yang lain, jika tertarik untuk bertukar kartupos dan susah mendapatkannya, coba bikin sendiri, surprise them!!!


Ini juga kartupos yang saya kirim untuk teman saya Dwita yang kemudian dia pajang di gelerinya dan ternyata menarik perhatian salah satu muridnya untuk membuat kartu yang sama.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***

 
 

Monday, March 24, 2014

Tukar menukar kartupos dengan seorang Rusia

Selain alamat yang kita dapat secara resmi dari administrator klub postcrossing, anggota klub tersebut juga ada yang bersedia untuk bertukar kartupos secara pribadi (direct swap).
Suatu hari saat ngintip gambar-gambar kartupos yang terkirim di galeri klub tersebut, pandangan saya terhenti pada suatu kartupos bergambar boneka Russia Matryoshka. Saya penggemar boneka khas Russia ini. Saya cari informasi lebih lanjut siapa yang mengirim kartupos tersebut dengan mengklik kode identifikasinya. Ternyata seorang dari Rusia dan ternyata pula yang bersangkutan bersedia untuk tukar menukar secara langsung atau istilah mereka direct swap.
Saya bertanya apakah bisa saya mendapat kartupos yang sama gambarnya seperti yang dia kirim pada anggota lain tersebut. Katanya dia sudah tidak lagi punya yang persis sama, tapi dia punya yang lain dengan gambar boneka matriyoshka. Saya setuju saja. Dia menginginkan kartupos menggambarkan tempat bersejarah di kota saya. Saya mengirimnya kartupos bergambar jembatan tutup (covered bridge)di Cornish yang bersejarah karena pernah didatangi oleh mantan Presiden Clinton dan ketua DPR saat itu Newt Gingrich.

 


Dia menerima kartu saya lebih dulu, saya masih menunggu agak lama untuk menerima kartunya. Setelah kartu saya terima, dia mengajak untuk bertukar lebih banyak lagi. Saya setuju. Kalau tidak salah saya mengirimnya 5 kartupos. Tapi yang saya dapat darinya adalah 12 kartu pos dikemas dalam satu amplop bergambar kota dimana dia tinggal di Russia yaitu kota Kasan.








Ada tambahan satu kartupos bergambar anak kecil Rusia berpakain tradisional sedang makan donat tempat dia menulis pesannya dan menceritakan kotanya. Kartupos semacam ini juga salah satu favorite saya.


Oh ... iya, saya juga mengajaknya bertukar kartupos berprangko dan bercap pos dan memintanya untuk mengirim kartu tersebut pada murid-murid saya di sekolah. Dia setuju sekali. Beberapa hari yang lalu kartupos-kartupos itu dating secara bersamaa. Saya suka sekali dengan pesan yang dia tulis untuk murid-murid saya, beberapa kata dalam bahasa Russia. Murid-murid kami disekolah senang belajar bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia.
kata-kata dalam bahasa Russia yang diajarkannya adalah :
Babushka = nenek
Horosho = bagus
Kak dela = apa kabar
Privet = Hai



Menyenangkan bukan? Sudahkah teman-teman mendaftar menjadi anggota postcrossing?
Setelah saya bercerita tentang postcrossing pertama kali di postingan sebelumnya, ternyata banyak juga lo teman-teman yang tertarik dan akhirnya bergabung. Banyak juga yang mengajak bertukar kartupos dengan saya.  Ternyata mereka benar-benar menikmatinya, ayo tunggu apalagi  ...

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***



Friday, March 21, 2014

kantong hadiah (goodie bag) bentuk tikus

Orang Amerika memang rajin merayakan setiap perayaan yang mereka punya dalam tradisi mereka. Termasuk sekolah dimana saya bekerja, kami juga merayakan setiap tradisi itu dengan perayaan kecil dan kreatif. Seperti perayaan hari kasih sayang misalnya (Valentine). Setiap murid dikelas kami membuat dan membawa sesuatu untuk dibagi dengan teman sekelas dan para guru. Saya juga kebagian.
 



Dari sekian hadian yang saya terima, ada satu yang sangat menarik, kantong hadiah (goodie bag) berbentuk tikus yang lucu dengan isi coklat didalamnya. Tikus itu terbuat dari bahan felt, dibuat oleh murid kami, Bella, bersama ibunya.

 
Selain lucu dan fungsional, ternyata sangat mudah juga membuat. Ayo kita coba membuatnya.
 
Bahan-bahan diperlukan :
Kain felt abu-abu dan merah muda
Benang yang agak besar untuk ekor tikus
Manik-manik warna hitam untuk mata
Kertas untuk membuat pola
Permen untuk isi kantong hadiah
 
Alat-alat yang diperlukan :
Pensil untuk menggambar pola
Gunting kertas
Gunting kain
Jarum sulam
Lem tembak
 
 
 


Instruksi :

 Lipat kertas, gambar pola berbentuk setengah hati
 
 Seperti ini hasilnya setelah digunting dan dibuka
 
 Dengan cara yang sama, semat pola pada kain felt
abu-abu dan potong mengikuti pola
 
 Seperti ini hasilnya
 
 Jahit manik-manik hitam sebagai mata
 
 Potong kain felt warna merah muda bentuk hati
dengan ukuran lebih kecil dan terkecil untuk
telinga dan hidung
 
 Dengan menggunakan lem tembak, rekatkan kedua sisi bentuk
hati dimulai dari ujung yang runcing. Sisakan sedikit
untuk lubang memasukkan permen.
 
 Dengan lem tembak, rekatkan juga bagian telinga
dan hidung
 
 Dari lubang bukaan dibagian belakang badan tikus,
masukkan permen.
 
 Tutup dengan menjahit pada satu bagian. Jangan
dijahit/tutup mati supaya mudah membukanya
 
 Seperti ini hasilnya
 

Jadilah kantong hadiah berbentuk tikus
 
Mudah bukan??? Silahkan mencoba!!!
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***
 
 
 
 
 

Wednesday, February 5, 2014

Kartu resep dari label produk




Ketika menunggu seorang kenalan di kantin sebuah rumah sakit, saya melihat sebuah meja dengan berbagai macam brosur dan informasi tentang produk sebuah perkebunan organik komersial. Saya lihat ada satu label berbentuk kartu pos yang gambarnya menarik sekali dengan dominasi warna hijau segar. Saya ambil satu dengan pikiran mungkin suatu saat diperlukan.
Secara kebetulan seorang teman yang mengkoordinir kegiatan prakarya dari bahan kertas mengajak untuk membuat kartu dengan memanfaatkan labek produk. Terpikir untuk memanfaatkan label yang saya ambil dari rumah sakit itu. Saya tidak mempunyai ide tentang model kartu bagaimana yang akan saya buat. Setelah beberapa hari tertunda, terpikir untuk membuat kartu ucapan dengan resep di bagian depannya. Kreasi ini di ilhami oleh kartupos jenis resep yang sekarang juga banyak di produksi.



 
 
Kartu seperti ini mempunyai manfaat ganda, selain sebagai kartu ucapan, kita juga bias berbagi resep andalan dengan teman yang kita kirimi kartu tersebut.
Bagaimana menurut teman-teman?
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
 
***

 

Saturday, January 18, 2014

Mengamati Burung

Ketika musim dingin seperti sekarang ini, sekolah-sekolah di Amerika biasanya mengadakan kegiatan musim dingin atau biasa disebut Winter Activities. Aktifitas ini bertujuan agar kami semua bisa mendapat hiburan karena selama musim ini kami terkungkung didalam ruangan saja atau lebih banyak tinggal didalam ruangan yang hangat. Keadaan ini sering mengakibatkan suasana hati yang kurang nyaman biasa disebut winter blues atau cabin fever.

Disekolah tempat saya bekerja, kegiatan musim dingin yang kami adakan adalah ski, yoga, kegiatan social dan masih banyak lagi. Seluruh sekolah harus berpaetisipasi pada kegiatan ini kecuali murid taman kanak-kanak. Mereka boleh memilih untuk ikut atau tidak dan hanya terbatas pada kegiatan ski saja. Mereka yang memutuskan untuk ikut harus didampingi oleh orang tua atau wali. Sedang yang memutuskan untuk tidak ikut, tinggal disekolah mengerjakan kegiatan lain. Kegiatan ini diadakan selama 6 minggu berturut-turut setiap hari Jumat, hari terakhir sekolah dalam 1 minggu karena hari jumat biasanya disebut Fun Friday.

Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan di area ski karena saya harus tinggal disekolah bersama mereka yang tidak ikut. Jumat pertama kemarin, salah satu kegiatan yang kami lalukan disekolah adalah Science Observation.


Dalam kegiatan ini murid-murid membuat binocular dari bekas gulungan tissue yang mereka hias dengan hiasan yang biasa dipakai untuk prakarya kertas, kemudian mereka pergi ke jendela untuk mengamati burung-burung yang sedang asyik makan di secret garden kami (taman kecil disamping kelas kami).




Sebagian besar burung-burung sudah berpindah menjelang musim dingin tiba. Kita bisa melihat sekelompok burung terbang diudara menuju daerah selatan yang lebih hangat. Namun ada juga jenis burung yang mampu bertahan pada temperatur yang sangat dingin sekalipun.
Orang Amerika punya kebiasaan menarik yaitu memberi makan burung-burung liar yang datang ke halaman rumah mereka tanpa keinginan menangkap burung-burung itu, sehingga burung-burungpun tak segan dating bertandang. Saya suka dengan kebiasan ini. Sebagai balasan, burung-burung itu akan memberi kita kicauan yang merdu sebagai hiburan. Saya juga sangat menikmati suara kicau burung ini.



Murid-murid menyukai kegiatan ini dan sangat serius mencatat jumlah burung yang mereka lihat melalui binocular buatan mereka sendiri pada jurnal yang kami sediakan dan mereka sendiri yang menghias dan memberi gambar pada jurnal mereka.



Ini juga untuk mengajar dan melatih mereka untuk menghitung menggunakan tally marks begini disini biasa disebut.
membuat binocularnyapun sangat mudah, hanya 2 bekas gulungan tissue yang digabung menjadi satu dengan staple pada bagian tengah, kemudian di samping kiri kanannya di lubangi dengan pelubang kertas untuk mengait tali sebagai gantungan. Selanjutnya dihias dengan hiasan apa saja.

Mudah-mudahan cerita ini bisa memberi inspirasi kepada teman-teman yang sudah berputra sebagai pilihan kegiatan dirumah.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***

Thursday, January 2, 2014

Post Crossing

Masih seputar cerita tentang korespondensi jaman dulu, kira-kira seminggu atau 2 minggu yang lalu, saya melihat sebuah postingan dari seorang anggota grup, kerajinan di sebuah media social. Disana mbak yang bersangkutan memperlihatkan karyanya berupa kartu pos yang akan dikirim kepada partnernya di sebuah grup tukar menukar kartu pos. Saya jadi diingatkan kembali tentang keanggotaan saya di grup tersebut yang selama ini tidak aktif atau bahkan terhenti.

Nama grup tersebut adalah post crossing. Bagi pencinta kartu pos seperti saya, sangat membahagiakan ada wadah untuk saling berinteraksi dengan sesame kolektor kartu pos.

Saya pikir memang keanggotaan saya sudah ditiadakan oleh para pengurus grup tersebut, saya coba untuk mendaftar kembali, ternyata pendaftaran saya ditolak karena alamat email dan data yang saya masukkan sudah dipakai oleh orang lain. Aduh ... saya malas kalau harus bikin alamat email baru lagi. Tapi saya coba juga seperti yang di sarankan di situs tersebut. Akhirnya, memang saya bisa masuk kembali, hanya status keanggotaan saya dinyatakan tidak aktif.

Saya mulai bersemangat kembali. Langsung esok harinya, saya pergi ke toko dan membeli setumpuk kartu pos. Saya hanya diijinkan untuk mengirim 6 lembar kartu pos sampai semua kartu pos yang saya kirim diterima oleh penerima.

Saya memang pencinta dan pengumpul kartu pos sejak masih di sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP). Selain karena gambar yang ditampilkan memang indah, saya juga suka berangan-angan kapan saya bisa melihat tempat-tempat itu. Saya lahir dan besar di kota kecil, tapi saya selalu ingin melihat dunia. Itu sebabnya saya suka korespondensi. Sampai sekarang saya tetap menikmati korepondensi jaman dulu dengan surat siput yang berperangko. Masih jelas dalam ingatan saya ketika masih kuliah dulu, kami tiap hari menunggu pak Di (pak pos kami) datang dengan harap-harap cemas akan dapat surat.

Melalui kegiatan ini,  saya bahkan tersambung kembali dengan seorang kenalan sesama pencinta kartu pos asal Indonesia yang bermukim di Belgia. Mas ini ternyata sangat aktif dan menempati rangking tinggi dalam hal pengumpulan kartu pos melalui banyaknya kartu pos yang diterima dan dikirim. Dan ironisnya, si mas mengaku bahwa dia tahu tentang grup ini melalui postingan saya di sebuah media social lain beberapa tahun lalu, tapi justru dia yang melesat disbanding saya ...hahaha ... 

Ini adalah kartu-kartu pos yang saya kirim kemarin sebagai kloter pertama di penutup tahun 2013 kemarin pada tanggal 31 Desember 2013. Setiap anggota memang mencantumkan jenis kartu pos yang disuka. Orang-orang yang harus saya kirimi memiliki kesuakaan berbeda, tidak semuanya saya dapat memenuhinya  seperti musem-museum dari berbagai negara yang saya tidak punya, saya menggantinya dengan gambar gunung bertekstur wajah di state kami yang merupakan monument alam. Sebagian lainnya bisa saya penuhi seperti gambar binatang yang saya kirim adalah binatang khas daerah Amerika Utara Mouse, suasana natal dan kartu pos khusus dari penulis buku cerita anak Eric Carle.


Untuk teman-teman yang juga suka mengumpulkan kartu pos, mungkin bisa mencoba untuk mendaftar.
Kalo ada yang inging bertukar kartu pos dengan saya, silahkan kirim email. Yang saya suka adalah kartu pos bergambar:
1. Makanan (pasar, sesajen seperti di Bali)
2. Kuno
3. Handmade yang vintage, Victorian, Shabby chic style
4. Hitam putih


***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G. Soewito
***

 kembali.