Welcome!!!

Hi everyone,

Welcome to my blog. I am not an artist or expert of crafts, but just a simple and an ordinary woman who loves crafts and crafting. Enjoy your visit and let us share ideas. Crafting is fun when we do it together with RESPECT AND TOLERANCE.

Happy crafting
Hany Von G

Tuesday, April 30, 2013

Pemotong kertas bermotif (punchers)

Saya beberapa email menanyakan pemotong kertas bermotif (punchers)yang saya pake pada beberapa hasil karya yang saya pajang di blog ini. Untuk lebih jelasnya, saya tulis disini saja sehingga teman-teman lain yang juga penasaran tapi belum sempat bertanya juga bisa menyimak.

Pertanyaan yang masuk umumnya menyanyakan dimana membeli puncher tersebut. Seperti jawaban saya pada para penanya, punchers ini produksi Stampin'Up. Setahu saya produk ini belum masuk Indonesia, bahkan di US sendiri, produk ini tidak dijual bebas di toko-toko bahan dan alat-alat kerajinan, yang terkenal sekalipun. Produsen merek ini menjual produknya melalui cara yang disini biasa disebut home party. Mereka memberi kesempatan pada semua yang berminat untuk menjadi demonstrator Stampin'Up. Para demonstrator ini yang kemudian mengkoordinir para penggemar kerajinan kertas untuk berkumpul tiap bulan untuk membuat hasil karya kerajinan kertas. Kemudian diakhir pertemuan semua anggota harus membeli produk Stampin'Up ini. Pertemuan ini diadakan setiap bulan sekali.
Apakah bisa membeli langsung ke produsen? Bisa! tapi mereka mempunyai jumlah minimal yang harus dibeli oleh calon pembeli. Saya kurang tahu berapa, mungkin diatas $ 200.
Karena itulah acara kumpul-kumpul, bikin kerajinan dan belanja itu cara yang lebih murah.
Atau bisa menghubungi salah satu demonstrators untuk pesan produk yang dinginkan. Teman-teman bisa mengirim email pada demonstrator itu untuk bertanya jika mungkin untuk membeli produk Stampin'Up melalui mereka dan mengirimkannya ke Indonesia.  Biasanya mereka melakukan transaksi dengan paypal.  Perlu diketahui bahwa punchers ini agak berat, jadi mungkin agak mahal biaya kirimnya. Biaya kirim international dari USA sudah naik sejak sekitar 2 bulan lalu. Untuk biaya pengiriman termurah $ 6.55, tapi untuk punchers ini mungkin jauh lebih mahal, karena mungkin mereka akan mengirimnya dengan karton. Dan jika berat melebihi 4 pounds, maka pengiriman harus dengan priority mail yang lebih mahal.


Punchers ini juga sempat ditanyakan. Yang ini merek Fiskars. Saya pikir ini lebih mudah menemukannya di Indonesia. Dimana? Saya menyarankan mencarinya melalui online shops di facebook. Saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu karena saya sendiri juga kurang tahu pasti siapa saja yang menjualnya. Juga merek-merek lainnya. Sudah banyak sekali yang berjualan alat-alat dan bahan kerajinan kertas ini di Indonesia terutama online shops.


***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von G Soewito
***

Tuesday, December 4, 2012

Membuat Bunga Felt

Yang dibutuhkan: felt potong bentuk
bundar dengan 2 ukuran berbeda.
Benang sulam warna senada
Jarum sulam
Gunting
Manik

Satukan tiap helai felt dengan ukuran berbeda
jadi satu disalah satu ujung, kemudian jahit
dengan tusuk jelujur untuk menyatukan

Seperti hasilnya

Kemudian tariksehingga tiap helai menyatu.
Bagi saya lebih mudah jika ditarik dari
bagian belakang

Tampak depan

kemudian bawa jarum kembali keatas untuk
memasang manik. Jahit 2 -3 x supaya kuat

Ini hasil akhirnya
 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Monday, November 19, 2012

S.O.S (Same old stuff)

Istilah S.O.S (Same old stuff)  ini saya pinjam dari suami saya yang biasanya dia gunakan jika ada yang bertanya kabarnya. Dalam postingan ini bukan kabar yang tetap sama, tapi satu hal yang sudah menjadi umum di dunia internet : PENCURIAN FOTO-FOTO DAN ARTIKEL. Kenapa saya sebut pencurian? Karena saya tidak merasa dimintai ijin atau memberi ijin untuk re-posting postingan saya di blog orang lain.
Sebenarnya saya bosan berurusan dengan hal seperti ini, tapi saya merasa punya hak untuk membalas jika di dholimi seperti ini.

Yang mana lagi yang di curi?
Membuat motif timbul pada kertas (dry embossing)

Siapa yang mencuri?
Pemilik blog "Berbagi Ilmu"

Kali ini tidak hanya foto-foto yang diambil, tapi apa yang ada di postingan tersebut tinggal di copy - paste saja. Gila ya !!!

Yang bikin geli, karena main copy - paste saja, sesuatu yang saya suka sekarang menjadi kesukaannya juga. seperti ini contohnya :
"Cara ketiga dan ini yang ingin saya tunjukkan caranya. Ini cara yang paling saya suka, karena saya sangat menikmati ketika saya menggambar motif-motif itu satu persatu pada kertas dan memberi lebih banyak kebebasan pada saya untuk bemain-main dengan motif yang ada dengan cara menggabung beberapa motif dari beberapa pola pada satu permukaan kertas"

Tampaknya pepatah sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat akan jatuh pula, sudah perlu direvisi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Kenapa? karena siapapun pemilik blog tersebut harus berpacu dengan dengan perkembangan teknologi tersebut. Dia relatif baru menayangkan postingan saya tersebut, September 2012 kemarin dan tadi pagi ketika saya buka email, ada seorang yang baik hati menyampaikannya pada saya.
Kasus-kasus seperti ini akan saya simpan di segmen tersendiri (kasus) di side bar saya sampai yang bersangkutan menghapus postingan tersebut.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Friday, October 26, 2012

Sulam felt

Selembar felt hijai tua yang terpaksa saya beli karena suami saya memaksa untuk membelinya karena kasihan sama yang jual tanpa tahu apa yang akan saya perbuat dengannya. Felt ini sangat tipis sehingga agak susah untuk dipakai untuk membuat suatu kreasi. Tapi saya sayang membuangnya begitu saja, akhirnya saya jadikan kain dasar untuk sulaman felt ini.
***
 
 

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is the for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Wednesday, October 24, 2012

Kertas dan gambar tempel menjadi kartu

Ketika akan membuat kartu-kartu ini saya tidak mempunyai ide sama sekali. Yang saya tahu hanya saya perlu membuat kartu. Tapi ada beberapa fakta yang membimbing saya pada keputusan membuat model kartu seperti di foto-foto ini.
Fakta pertama adalah saya tidak mempunyai banyak waktu untuk membuat kartu yang rumit modelnya dan memakan waktu lama pengerjaannya. Fakta kedua, koleksi gambar tempel saya mulai menumpuk, jadi harus mulai digunakan lagi. Dengan ke dua fakta tersebut, saya memutuskan membuat kartu-kartu yang harus sesuai dengan pemakaian gambar tempel yang saya pilih. Akhirnya dalam waktu singkat, jadilah 3 kartu yang cepat pengerjaannya, sederhana tapi cukup enak dipandang.

***
 


 
***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Wednesday, October 3, 2012

Membuat kertas daur ulang

 
Foto-foto ini diambil waktu saya ikut pelatihan singkat membuat kertas daur ulang di pameran kerajinan tahunan di state saya bulan Agustus lalu. Semoga bermanfaat.
***
 
Menyiapkan alas untuk mencetak kertas, sambil memberi label agar tidak tercampur dengan karya peserta lainnya. Yang di pakai semacam kain berpori. Bisa dicoba pakai kain biasa, kalau kertas biasa kemungkinan lengket dan tidak bisa dilepas, sementara plastik mungkin malah lepas saat diangkat untuk dijemur.
 
Bubur kertas yang terbuat dari bahan untuk membuat kertas daur ulang yang bisa dibeli secara online, tapi juga bisa di buat dari kertas  yang sudah tidak dipakai yang dihaluskan dengan cara direndam dalam air kemudian diblender dan diberi warna. Kadang warna diperoleh dari warna asli kertas awal atau bisa digunakan pewarna alami seperti kunyit.

Sebelum disaring dengan penyaring yang berfungsi pula sebagai cetakan, bubur kertas diaduk-aduk agar rata.

Penyaring terdiri  dari 2 alat terbuat dari kayu dan kawat kasa. Dua-duanya berbentuk segi empat, bagian bawah berupa cetakan rata dengan kawat kasa dipermukaannya. Sementara cetakan bagian atas (kedua) kayu segi empat dengan  sisi-sisinya tinggi.


Setelah disaring, angkat cetakan bagian atas, pindahkan bubur kertas yang sudah tercetak dengan bentuk segi empat pada kain berpori. Kemudian tekan-tekan dengan spon untuk menyerap airnya.

Kemudian beri motif dengan menempelkan bunga-bunga kering atau bahan kerajinan lainnya tergantung kreativitas kita misalnya manik-manik. Jika dipakai bunga yang agak besar, ambnil sedikit sisa bubur kertas untuk menempelkannya.
 

Ini motif dengan 2 warna berbeda, caranya setelah kertas pertama dipindah ke kaij berpori, buat kertas kedua kemudian tempel pada kertas pertama kemudian beri motif. Setelah itu keringkan dengan cara dijemur atau dengan kipas angin.



Ini hasil setengah pengeringan. Saya memakai kipas angin untuk mengeringkannya.

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***

Friday, September 14, 2012

Sarapan

Saat ini saya masih masih semangat memasak setelah hari Sabtu kemarin saya coba resep pancake yang katanya sweedish pancakes. Menurut saya sih sebenarnya sama saja dengan dadar yang biasa kita buat. Tapi memang pancakes/dadar ini salah satu kesukaan saya. Ini beberapa makanan yang biasa kami  (sebenarnya lebih ke saya daripada suami) santap untuk sarapan. 

American pancakes.
Hari Sabtu adalah hari dimana kami sarapan dengan menu yang sama, pancakes. Suami saya menyebutnya Pancakes day. kenapa Sabtu? Karena Sabtu pagi hari kami panjang, jadi ada waktu ekstra untuk memasak. Biasanya yang American pancakeslah yang biasa kami santap karena mudah menyiapkannya dan memasaknya. Gampang membuatnya karena saya pakai pancakes kix yang sudah siap masak tinggal nambahin air saja. Tapi biasanya saya tambah parutan keju cheddar dan irisan pisang untuk saya. Untuk suami saya, dia lebih suka keju cheddar dan blueberry. Setelah pancakesnya matang, tugas suami saya mengolesnya dengan mentega. Kami juga menyantapnya dengan turkey bacons karena kami berdua tidak makan babi dan tentu saja maple syrup. 



Swedish pancakes
Saya dengar pertama kali dari ipar saya ketika kami makan malam bersama di sebuah restoran di Illinois. Swedish pancakes ini yang dia pesan dan menurutnya enak sekali. melihat bentuknya, saya jadi teringat kue dadar yang biasa kita buat di Indonesia. Setelaj sekian lama penasaran, akhirnya Sabtu kemarin saya bikin menu berbeda untuk sarapan hari Sabtu kami. Dan swedish pancakes ini yang saya buat. Memang enak sekali rasanya. 


Quick and easy fix apple, yogurt and cinnamon powder salad
Yang ini menu saya, karena saya memang lebih adventurous soal makanan daripada suami saya. 

Granola parfait 
Ini juga menu saya, terbuat dari yogurt, granola dan irisan kacang almond. 


Bubur sumsum
Sangat jelas ini hanya untuk saya. Biasanya saya buat bubur ini kalau perut saya mulai protes. Saus gula jawanya juga saya buat sendiri dari parutan  gula jawa rebus. 


Nasi goreng
Biasanya saya masak nasi goreng untuk sarapan jika ada keluarga dan teman Indonesia yang datang berkunjung. 

Bagaimana dengan sarapan teman-teman?

***
Be creative, be yourself and the satisfaction is there for you
Happy crafting everyone
Hany Von Gillern
***